Perindah Lingkungan Masjid, LDII Sleman Gaungkan Program Tamanisasi

  • Whatsapp
LDII Sleman
Tim monitoring LDII Sleman Barat melakukan pemantauan realisasi program tamanisasi di lingkungan masjid LDII.

Jogjakeren.com – Pandemi Covid-19 telah merubah banyak tatanan kehidupan. Pemerintah mengeluarkan berbagai program pengendalian penyebaran Covid-19, seperti menjaga jarak fisik, menjauhi kerumunan masa, dan mengurangi mobilitas diri. Secara berkala, pemerintah melakukan evaluasi terhadap program pengendalian Covid-19.

Hal ini tentu berdampak pada pelaksanaan peribadahan, termasuk adanya instruksi ibadah dari rumah. Alhasil, kondisi kebersihan lingkungan masjid selama pandemi perlu menjadi perhatian khusus.

Bacaan Lainnya

Masyarakat mulai diperkenankan untuk beribadah di tempat-tempat ibadah dengan membatasi jumlah peserta yaitu berkisar 20-50% dari kapasitas gedung. Melihat kondisi ini, LDII Sleman mengambil inisiasi untuk kembali menggaungkan program tamanisasi di masjid-masjid binaannya.

Akan menyejukkan mata ketika taman ditata dengan serasi, terawat, sehat, subur, tidak ada hama, dan memiliki jenis tanaman yang bervariasi. Hal ini bisa dirasakan baik oleh penyuka tanaman atau bukan.

Koordinator Bidang Keputrian LDII Sleman Barat Umi Salamah menyebutkan, tidak hanya memperindah lingkungan masjid, program tamanisasi ini diharapkan mampu meningkatkan rasa memiliki, membangun kesemangatan belajar, dan meningkatkan efektivitas penggunaan lahan.

“Program tamanisasi ini ditujukan untuk memperindah lingkungan masjid dan menambah kenyamanan dalam beribadah,” ujarnya.

Komplek Masjid Mulyo Abadi di Mulungan Wetan, Mlati, Sleman ditunjuk sebagai masjid percontohan program tamanisasi. Remaja masjid telah dibekali pengetahuan dasar tentang pembuatan media tanam, termasuk cara membuat pupuk organik cair dan padat.

Dalam pemantauan realisasi taman di lingkungan masjid, pengurus LDII Sleman Barat melakukan monitoring dan akan diangendakan secara rutin. Selama kurun waktu 2 bulan terakhir ini, tim monitoring telah mengunjungi tidak kurang dari 27 masjid binaan untuk memantau pelaksanaan tamanisasi.

“Tim monitoring merupakan tim gabungan yang melibatkan bidang keputrian, bidang kegiatan remaja, satuan komunitas pramuka Sako SPN Sleman, dan tim peliput dari LDII News Networks (LINES),” papar Muhammad Ali Ashar, selaku pimpinan Sako SPN Cabang Sleman.

Dalam kunjungannya, tim monitoring menilai spot-spot taman yang telah disiapkan. Program tamanisasi ini bukan hanya sekedar menanam, tetapi juga perlu juga memperhatikan faktor lainnya.

Safa Marwati termasuk tim monitoring menjelaskan bahwa ada tanaman yang perlu banyak cahaya, ada juga yang tidak. Sehingga, kita harus menata sedemikian rupa supaya tanaman tidak layu atau menguning karena kekurangan cahaya.

“Semoga dengan adanya monitoring ini, spot taman di masjid kami semakin berkembang dan menyejukkan,” kata Sukarman Parto Wiyono, Takmir Masjid Baiturrahman Pogung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *