Pasca-Akuisisi TikTok, Ini Hasil Survei E-commerce Terbaru dan Nasib Karyawan Tokopedia

nasib Tokopedia setelah dicaplok TikTok
nasib Tokopedia setelah dicaplok TikTok

Jogjakeren.com – Perusahaan e-commerce raksasa Indonesia, Tokopedia, menjadi sorotan setelah diakuisisi oleh ByteDance, induk dari TikTok. Bergabungnya Tokopedia dengan TikTok Shop membawa perubahan signifikan pada peta persaingan pasar digital Tanah Air. Meskipun kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat posisi di pasar, laporan terbaru dari survei menunjukkan bahwa nasib Tokopedia setelah dicaplok TikTok menghadapi tantangan besar.

Menurut survei “Profil Internet Indonesia 2025” yang dirilis oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Shopee tetap menjadi pemimpin pasar. Lebih dari separuh pengguna internet Indonesia memilih Shopee sebagai platform e-commerce utama. Meskipun TikTok Shop mengalami pertumbuhan pesat, posisi Tokopedia justru terlihat stagnan, bahkan cenderung menurun dalam hal jumlah pengguna aktif.

 

Read More

Analisis Posisi E-commerce Berdasarkan Survei Terbaru

Survei APJII 2025 mengungkapkan data menarik mengenai persaingan e-commerce di Indonesia:

  • Shopee memimpin dengan 53,22% pengguna, naik dari tahun sebelumnya. Platform ini mendominasi di hampir semua kelompok usia, termasuk Gen Z, Milenial, Gen X, hingga Baby Boomers.
  • TikTok Shop menunjukkan pertumbuhan luar biasa, dengan kenaikan pengguna dari 12,20% menjadi 27,37%. Pertumbuhan ini terjadi setelah TikTok mengakuisisi Tokopedia dan kembali beroperasi.
  • Tokopedia berada di posisi ketiga. Meskipun sempat menjadi salah satu yang teratas, platform ini kini diakses oleh pengguna yang jauh lebih sedikit dibandingkan Shopee dan TikTok Shop.

Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun TikTok berhasil meningkatkan pasarnya, kolaborasinya dengan Tokopedia belum sepenuhnya mengerek posisi Tokopedia di mata pengguna secara keseluruhan.

 

Perbandingan GMV dan Isu PHK Massal

Dalam laporan Momentum Works tahun 2023, Indonesia merupakan pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara, menyumbang 46,9% dari total Gross Merchandise Value (GMV) kawasan. Pada tahun 2023, Shopee memimpin pasar dengan pangsa 40%, diikuti Tokopedia dengan 30%, Bukalapak 11%, dan TikTok Shop 9%.

Namun, data tersebut berubah drastis setelah TikTok Shop kembali beroperasi. Meskipun laporan GMV terbaru belum dirilis, hasil survei APJII mengisyaratkan adanya pergeseran signifikan.

Bersamaan dengan perubahan ini, kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Tokopedia mencuat. Dilansir dari sumber yang mengetahui, Tokopedia dikabarkan telah memangkas ratusan karyawannya dalam dua bulan terakhir. Sekitar 240 karyawan di-PHK pada Agustus, setelah sebelumnya 180 karyawan terkena dampak pada Juli. Pemangkasan ini disebut-sebut meliputi berbagai divisi, seperti IT, customer care, hingga tim gudang.

Berbagai kabar ini tentu menimbulkan pertanyaan besar mengenai nasib Tokopedia setelah dicaplok TikTok. Apakah penggabungan ini akan mampu menghadapi persaingan ketat, atau justru menimbulkan tantangan internal yang lebih rumit? Perkembangan selanjutnya tentu akan sangat dinantikan oleh para pelaku industri dan konsumen.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *