Jogjakeren.com – Setelah lebih dari satu dekade dinanti, proyek normalisasi sungai Yogyakarta akhirnya dimulai. Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memulai upaya penting ini di tiga sungai utama: Sungai Winongo, Sungai Gajah Wong, dan Sungai Code. Normalisasi perdana dilakukan di Bendung Mergangsan, Sungai Code, menandai langkah awal mewujudkan cita-cita yang sudah lama tertunda.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengungkapkan rasa syukurnya atas dimulainya proyek ini. Menurutnya, rencana normalisasi sudah ada sejak tahun 2012. “Saya bersyukur, alhamdulillah, cita-cita yang direncanakan Jogja sejak 10 tahun yang lalu, inisiatif tahun 2012, ingin membersihkan sungai atau normalisasi, tetapi karena banyak yang dikoordinasikan, jadi tertunda lama,” ujar Hasto.
Kolaborasi Pemkot dan BBWSO untuk Kelancaran Sungai
Untuk memastikan proyek berjalan lancar, Pemkot Yogyakarta berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO). BBWSO mengerahkan alat berat yang akan bekerja hingga bulan September. Sementara itu, Pemkot akan menyiapkan truk untuk mengangkut hasil pengerukan dan menimbunnya di lahan milik pemerintah daerah agar bisa dimanfaatkan kembali.
Tujuan utama dari normalisasi sungai Yogyakarta ini sangat beragam, bukan sekadar memperlancar aliran air. Proyek ini diharapkan bisa membersihkan sungai dari tumpukan sampah dan sedimen, serta menciptakan cekungan yang dapat menahan air. Hal ini akan mencegah air langsung mengalir ke laut, sehingga berpotensi dimanfaatkan untuk tujuan lain, termasuk pengembangan wisata air. Hasto bahkan berharap suatu saat nanti akan ada perahu-perahu kecil yang diizinkan beroperasi di sungai.
Menargetkan Pembersihan Sungai Secara Berkala dan Pengembangan Wisata
Dalam normalisasi perdana ini, Pemkot Yogyakarta menargetkan pengerjaan di sepanjang 2 kilometer Sungai Code, 500 meter di Sungai Gajah Wong, dan 500 meter hingga 1 kilometer di Sungai Winongo. Hasto berharap upaya ini bisa dilakukan secara rutin, idealnya empat kali dalam setahun, untuk mencegah pendangkalan.
Selain itu, Pemkot Yogyakarta memiliki target spesifik untuk membersihkan Sungai Code, khususnya area yang dulunya menjadi tempat tinggal Romo Mangun. “Kami juga ingin membersihkan di belakang Masjid Syuhada, yang dulu di sana ada kampungnya Romo Mangun, akan dibersihkan dan bisa jadi outlet untuk wisata,” tambah Hasto.
Langkah normalisasi sungai Yogyakarta ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan asri, sekaligus membuka peluang baru bagi sektor pariwisata.





