Norwegian Church Aid Kagumi Keteladanan LDII DIY dalam Konservasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Kampung Sangurejo Sleman

Kunjungan Norwegian Church Aid di Desa Wisata Sangurejo, Turi, Sleman. Mereka mengapresiasi keteladanan LDII DIY dalam konservasi dan mitigasi perubahan iklim di Kampung Sangurejo, Sleman.

Sleman, jogjakeren.com – Kampung Sangurejo Sleman kembali menerima tamu luar negeri setelah kunjungan Universiti Putra Malaysia (UPM), yakni Sisay Tekle Gebremedhin dari Norwegian Church Aid (NCA), Kamis (7/12/2023). Sisay didampingi oleh Soren Moestrup (the International Centre for Research in Agroforestry), Direktur Eksekutif Ethiopian Muslims Relief and Development Association (EMRDA), Awed Jibril Muhammed dan Kepala Departemen Keamanan Pangan, WASH dan Pengembangan Lingkungan, Abdulwehab Kelil Tilmo.

Turut menemani pula David Sanjaya Simanjuntak (Tropenbos Indonesia), Yosa Abduh Alzuhdy (KKN UNY), Atus Syahbudin (LDII DIY), Agus Kurniawan (BRIN), Ira Fatmawati (Ecoprinter DIY), Jumiati (SMA IMBS Yogyakarta), dan tim penggerak Kampung ProKlim Sangurejo, antara lain: H. Suharja Wahyana (Ketua RT), Nur Rahmat Fitriyanto (Ketua Pokdarwis), M. Chairul Huda (Ketua Proklim Sangurejo), Titik Sukayawati (Ketua Penggerak PKK), Parsiah, Erna, Turina, Nanik, Nurohmah Nuraini, dan Uswatun Hasanah (Ketua Kelompok Wanita Tani).

Mengawali sambutannya, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) DIY, Atus Syahbudin menjelaskan bahwa program Kampung Iklim (ProKlim) di Sangurejo merupakan wujud pelaksanaan program kerja LDII DIY tahun 2023. Program ini adalah hasil perluasan gerakan “Dari Sampah Jadi Jariah” yang diinisiasi pada tahun 2022 di Bantul. Lalu disusul dengan deklarasi Kampung ProKlim Sangurejo (26 Februari 2023), pelatihan Dai ProKlim (10 Juni 2023), peluncuran Kyai Peduli Sampah dan Jugangan Ing Omah/Jugangin Om (Agustus 2023), serta peresmian 313 Kelompok Sedekah Sampah Berbasis Masjid oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kusno Wibowo, ST., M.Si. (26 November 2023).

Read More

“Tiga strategi sudah diujicobakan di Kampung Sangurejo. Pada akhirnya kami menemukan cara terbaik untuk menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk mewujudkan Kampung ProKlim,” jelas Atus yang pernah menjabat sebagai Dewan Shuura Muslim Student Association in Japan (MSAJ) 2013.

Aksi nyata “Kyai Peduli Sampah” inisiasi LDII DIY tersebut bahkan memperoleh Juara I Lomba Lingkungan Hidup Tingkat Nasional yang diadakan oleh DPP LDII dalam rangka Rakernas LDII 2023 yang dibuka oleh Presiden RI, Ir. Joko Widodo.

Selain bersama LDII, kini masyarakat Kampung Sangurejo telah berkolaborasi dan bersinergi pula dengan Pemda Sleman, MUI DIY, Kanwil Kemenag DIY, Kwarda DIY, Sako Sekawan Persada Nusantara (SPN), BRIN, UGM, INSTIPER, P3 Ekoregion Jawa, DLHK, BKSDA, dan Asosiasi Eco-printer Indonesia DIY.

Pada sesi selanjutnya, Sisay bergantian menjelaskan mengenai NCA. Dia pun mengapresiasi program lingkungan hidup LDII DIY di Kampung Sangurejo Sleman. “I am very much impressed by what is happening in the Sangurejo village. This is a very exemplary work in terms of conserving the environment and contributing to mitigate the impact of climate change,” puji Sisay.

NCA sendiri pada awalnya organisasi yang bergerak dalam bidang HAM, perdamaian, dan gender. Kemudian menambahkan kegiatan untuk merespon isu lingkungan, seperti waste management, climate and environmental partnership. NCA melakukan pendekatan lingkungan dengan nilai-nilai keagamaan di Etiopia. Program kolaborasi antar agama pun diupayakan. “Pendekatan agama merupakan pendekatan yang mudah dalam menjangkau masyarakat dalam mengelola lingkungan,” jelas Sisay.

Menurut alumni Jurusan Agronomi, Universitas Alemaya dan St. Mary’s University College ini nilai-nilai dalam kitab suci dapat diangkat dalam kotbah dan pengajaran. Hal ini bisa meningkatkan perhatian terhadap lingkungan berbasis kitab suci. Bahkan melibatkan masyarakat ke dalam lingkungan, kehidupan sehari-hari, dan upaya konservasi lingkungan. “Kesadaran bahwa lingkungan bagian dari kehidupan terus meningkat. Cara ini bisa menggait banyak orang untuk terlibat,” Sisay menambahkan.

NCA memiliki beberapa proyek seperti Ethiopia Interfaith Initiative 4 Forest Conservation & Climate Action (NICFI 2021-25) atau Ethiopian Church Forest Initiative. Pada tahap berikutnya proyek semakin meluas ke tempat yang lain sembari menjalin kerja sama dengan organisasi muslim lokal, seperti: EMRDA. EMRDA memiliki visi dan misi yang sama dengan NCA di dalam belajar bagaimana pengelolaan lingkungan, termasuk perhutanan sosial di Etiopia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *