Parenting Skill, Praktik Mendidik Anak Sesuai Sunnah Rasulullah

Parenting Skill Praktik Mendidik Anak sesuai Sunnah Rasulullah (03/03/2022)

Jogjakeren.com – Mewujudkan generasi yang profesional religius adalah mega proyek Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sebagai usaha memberikan kontribusi kepada negara dalam bidang pengembangan pendidikan karakter. Berlatar belakang hal tersebut, PC LDII Turi menggelar kegiatan Parenting Skill berlokasi di Masjid Al Huda Sangurejo, Wonokerto, Turi, Kamis (3/3/2022).

“Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas generasi penerus melalui pendekatan parenting. Peserta yang diundang adalah ibu-ibu karena anak-anak biasanya lebih dekat dengan ibunya,” ungkap H M Juwanto, Wakil Ketua PC LDII Turi.

Read More

Kegiatan tersebut menghadirkan Novelyna Yusraningdyah selaku Psikolog dan Co-Founder Strong Sholihah dengan materi “Praktik Mendidik Anak Sesuai Sunnah Rasulullah”. Sebanyak 15 ibu-ibu muda usia kurang dari 40 tahun mengikuti kegiatan dengan penuh antusias terbukti dengan kefokusan saat menerima materi dan keaktifan dalam sesi tanya jawab.

Kegiatan Parenting Skill berlokasi di Masjid Al Huda Sangurejo

Dalam penjelasan materi Novelyna mengungkapkan setiap anak terlahir dengan karakter dasar masing-masing. Maka tugas orang tua adalah menyiapkan dengan optimal dalam menghadapi karakter dasar anak tersebut, sehingga dapat meminimalisir anak merasa tidak nyaman.

Menurutnya, ada beberapa yang tidak bisa dikontrol namun memengaruhi pengasuhan, di antaranya pola pengasuhan di masa lalu, keunikan temperamen, hubungan sosial atau pergaulan dan dunia luar, serta perubahan zaman.

“Untuk itu Rasulullah melakukan tiga strategi dalam membentuk karakter anak yaitu komunikasikan mau kita kepada anak, praktikkan dan teladankan, yang terakhir doakan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Novelyna, orang tua perlu menjalin komunikasi yang efektif kepada anak antara lain menunjukkan empati, antisipasi dan pilihan (tidak semata hanya perintah), refleksi pengalaman (jangan menyalahkan), dan menyatakan observasi (tidak dengan cara interogasi).

Novelyna juga menjelaskan cara menghadapi anak tantrum, mengatasi permasalahan anak bermain handphone, mengatasi anak yang beranjak remaja, dan mengatasi kekhawatiran orang tua ketika anak tidak bersama orang tua.

Melihat antusias dan respon positif dari para peserta juga mengingat manfaat kegiatan, Hj Marti Juwanto selaku koordinator acara berharap kegiatan ini dapat kembali diadakan dengan lingkup yang lebih luas dan peserta lebih banyak, baik secara luring maupun daring.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *