Sleman, jogjakeren.com – Olah rasa, olah raga. Itulah pepatah yang dituturkan oleh Ketua Pengcam PERSINAS ASAD Kapanewon Ngaglik, M. Chairul Huda, S.Pd., dalam acara Pasanggiri, Senin (25/12/2023). Dalam arti, ketika kita belajar bela diri pencak silat, maka kita menjadi karakter yang baik, budi luhur, dan mulia. Dengan begitu, kita bisa membawa diri di mana saja.
Ia juga menggambarkan orang yang belajar pencak silat dengan istilah, “Semakin banyak ilmu yang didapatkan, semakin menunduk”. Hal ini mengajarkan kita untuk tidak menjadi orang yang sombong maupun angkuh.
“Ketika kita belajar bela diri, maka jiwa kita, karakter kita, itu bisa menjadi karakter yang baik, yang budi luhur. Jangan sampai ketika kita belajar pencak silat, kita malah menjadi orang yang sombong, orang yang angkuh, itu merupakan larangan belajar pencak silat, termasuk PERSINAS ASAD ini,” jelasnya.
Senada dengan istilah tersebut, Ketua Panitia Pasanggiri PERSINAS ASAD Kapanewon Ngaglik, Ir. Berja, juga menyampaikan nilai-nilai yang diajarkan dalam pencak silat. “Tujuannya (pencak silat) yaitu bisa budi luhur ke masyarakat, bisa menumbuhkan karakter jujur, tidak sombong, rendah hati, dan menjaga diri. Serta yang terakhir, bisa membela kebenaran, terutama sesama muslim, dan pasrah kepada Allah,” kata Berja.
Tentunya dalam mencapai terwujudnya karakter-karakter tersebut, perlu adanya latihan pencak silat secara rutin. Chairul mengungkapkan bahwa pesilat PERSINAS ASAD Kapanewon Ngaglik melakukan latihan minimal dua kali dalam sebulan.
“Dengan adanya agenda rutin seperti ini, itu diharapkan semua pesilat yang ada di wilayah kami ini semangat latihan, yang mana kami sudah mencapai kesepakatan di dalam satu bulan itu latihannya minimal dua kali,” harap Chairul.





