Jogjakeren.com – DPD LDII Kabupaten Gunungkidul menyelenggarakan pembekalan spiritual dengan tema birrul walidain atau berbuat baik kepada kedua orang tua pada Minggu (27/3/2022) pagi.
Pelaksanaan kegiatan tersebut bertempat di empat titik Pimpinan Cabang (PC), yakni PC Semin, PC Semanu, PC Nglipar, dan PC Karangmojo. Sasaran dari kegiatan ini adalah remaja putri usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga usia nikah.
Berbuat Baik kepada Kedua Orang Tua termasuk Tiga Amalan yang Lebih Disenangi Allah
Berbuat baik kepada kedua orang tua merupakan kewajiban bagi setiap orang iman. Selain itu, berbuat baik kepada kedua orang tua termasuk dari tiga amalan yang lebih disenangi oleh Allah SWT. Tiga amalan tersebut adalah shalat tepat waktu, berbuat baik kepada kedua orang tua, dan jihad fii sabilillah.
“Berbuat baik kepada kedua orang tua disesuaikan usia dan kemampuan. Misal masih sekolah, maka bisa mandiri dalam menetapi kewajiban ibadah dan menggunakan waktu longgar untuk membantu pekerjaan orang tua di rumah,” terang Sri Purwaningsih, S.Pd., salah satu pemateri.

Contoh lain berbuat baik kepada kedua orang tua adalah ketika berbicara dengan kalimat yang mulia dan lemah lembut. Selain itu, ketika orang tua sedang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah, maka bisa membantu sesuai dengan kemampuannya.
Sementara itu, ancaman dari Allah bagi orang yang menyakiti kedua orang tua adalah ketika di akhirat tidak akan dilihat oleh Allah dan dimasukkan ke dalam neraka. Hal ini menunjukkan wajibnya berbuat baik kepada kedua orang tua.
“Diharapkan setelah pembekalan ini, anak bisa ta’dzim kepada kedua orang tua, lebih menghargai jasa dan perjuangan mereka dalam meramut anaknya,” papar Wawan Gunarjo, S.Pd.I., salah satu pembina generasi muda LDII.
Melalui pembinaan seperti ini, generasi muda LDII Kabupaten Gunungkidul diharapkan bisa menjadi anak-anak yang sholih dan sholihah, serta berbakti kepada orang tua. “Dengan demikian, sang anak bisa mendapatkan doa restu dari orang tua dan bisa menjadi generasi muda yang profesional religius, alim faqih, berakhlaqul karimah, dan mandiri,” tutupnya.





