Mulailah Pendidikan Karakter dari Lingkungan Keluarga

  • Whatsapp
pendidikan karakter
Salah satu ilustrasi menanamkan karakter anak dalam melakukan kewajiban dilingkungan keluarga (Foto: sukabumiupdate.com)

Jogjakeren – Keluarga merupakan landasan yang kuat dan utama sebagai pembentukan karakter anak. Menanamkan pendidikan karakter pada anak sejak di lingkungan keluarga sangat berpengaruh ketika anak mulai dewasa.

Pembentukan karakter anak tidaklah instan, tentunya ada proses yang dilakukan sehingga menjadikan karakter melekat dalam diri anak. Mulai dari anak tersebut lahir hingga tumbuh berkembang menjadi dewasa di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Sejak dalam kandungan, proses pendidikan utamanya karakter, mulai dibentuk sampai anak tersebut menginjak dewasa. Sejak lahir anak belum memahami makna hidup seutuhnya. Orang tua lah yang mengisi kehidupannya dan senantiasa merawat, mendidik, serta menjaganya.

Mendidik anak merupakan hal kewajiban sebagai orangtua. Hal tersebut salah satu perintah Allah. Anak harus dididik, dijaga, dirawat, disayang, dan dilindungi sehingga anak akan tumbuh dan berkembang sesuai amanah Allah, yang dititipkan pada orang tua dan nantinya akan dipertanggungjawabkan.

Anak-anak yang diasuh dengan baik dan dibekali pendidikan karakter sejak dini diharapkan menjadi generasi penerus yang berkarakter. Ia tidak akan mudah terpengaruh karena perubahan zaman tetapi menjadi sosok yang berpengaruh untuk bangsa dan agama.

Oleh karena itu, pembentukan karakter yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga, antara lain:

Keteladanan

Keberhasilan pembentukan karakter, nantinya ditentukan dari seberapa jauh keteladanan orang tua, yang baik akan diikuti. Bila orang tua hanya memberi perintah tanpa menunjukkan keteladanan yang baik, mustahil anak akan mengikuti perintah, apa lagi meneladaninya.

Misalnya seorang Ayah yang menyuruh anaknya untuk persiapan salat berjamaah di masjid. Apabila Ayah hanya menyuruh saja tanpa menunjukkan persiapan juga, tentunya anak tersebut tidak segera melaksanakan. Alangkah baiknya, ketika Ayah menyuruh anaknya persiapan ke masjid, Ayah sudah dalam keadaan siap juga. Seperti inilah anak akan meniru apa yang dilihat.

Konsisten

Lingkungan keluarga berpengaruh besar pada pembentukan karakter anak, seorang anak akan meniru apa yang dilihatnya. Tidak hanya orang tua, anggota keluarga lainnya juga akan ditiru. Setiap anggota keluarga seharusnya mempunyai kesepakatan dalam pola asuh anak dan harus konsisten dilakukan.

Pembentukan karakter diperlukan konsisten perkataan, perbuatan, dan sikap yang diterapkan pada anak, dengan cara mendengar, melihat perbuatan, perkataan dan sikap yang konsisten dilakukan oleh Ayah dan Ibu, jika seperti itu akan terbentuk karakter yang baik bagi anak.

Contoh kecil saja ketika akan bepergian, dibiasakan pamit kepada setiap anggota keluarga baik itu orang tua maupun anak yang melakukannya.

Pembiasaan

Karakter anak tidaklah lahir begitu saja, perlu adanya pembiasaan sejak di lingkungan pertama dan utamanya dalam keluarga lah karakter anak mulai dibentuk. Anak merupakan peniru ulung, apa yang ia lihat, ia dengar, dan ia rasakan akan cepat ditiru. Pembiasaan perbuatan, perkataan, dan sikap yang baik perlu diulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan. Dengan terbiasanya berbuat, berkata dan besikap yang baik akan menjadikan karakter yang baik pula bagi anak.

Sesuai dengan perintah Allah, dalam mendidik anak agar bisa menjadi anak yang sholih dan sholihat, upaya awal yang harus dilakukan adalah melatih dan membiasakan anak untuk menjalankan kewajiban ibadah dengan tertib.

Komunikasi

Komunikasi yang efektif dari orang tua kepada anak akan lebih mudah dipahami oleh penerima pesan dengan nyaman. Kadang anak-anak tidak bisa memahami maksud dan ucapan orang tua. Salah satu pola asuh yang dilakukan dalam berhubungan dengan anak adalah seringnya membentak dan memukul untuk menghentikan perilaku-perilaku salah. Ada juga orang tua yang sudut pandangnya menginginkan anak seperti dulu, penuh dengan tutur-tutur tanpa mau mendengarkan anak.

Jadilah orang tua yang bijak. Memberikan kesempatan anak berbicara lebih banyak, menjadi pendengar aktif, berkomunikasi dengan posisi tubuh sejajar anak dan kontrol mata, berbicara dengan jelas dan singkat, gunakan kata-kata yang positif, memberikan perasaan dan arti yang disampaikan, serta memperhatikan bahasa tubuh anak.

Komunikasi yang harmonis dalam lingkungan keluarga dapat menumbuhkan karakter anak yang baik. Ciptakan juga lingkungan yang nyaman sehingga dapat merangsang anak mau berkomunikasi.

Disiplin

Mayoritas orang tua mengasosiasikan disiplin dengan memberikan hukuman agar jera. Disiplin dengan cara menghukum anak itu tidak lah tepat karena akan merusak harga diri anak. Kedisplinan di lingkungan keluarga ditanamkan sejak usia dini tanpa adanya kekerasan yang diterapkan pada anak, kedisplinan dapat diterapkan dengan adanya kesepakatan antara anak dengan orang tua, sehingga anak melakukan segala hal tanpa merasa beban dan menjadikan tanggng jawabnya.

Dimulai dari sekarang cobalah dari hal kecil menanamkan pendidikan karakter pada anak terutama kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan.

Referensi :

http://pkbmdaring.kemdikbud.go.id/suka/content/read/artikel/49/pembentukan-karakter-dilingkungan-keluarga

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *