Jogjakeren.com – WHO Academy resmi memperluas akses pembelajaran tenaga kesehatan global dengan membuka fasilitas pelatihan terbaru di Lyon, Prancis. Peluncuran ini diresmikan oleh Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada 26 Juni 2024 lalu. Langkah ini menandai komitmen WHO dalam menyediakan pelatihan berbasis digital dan tatap muka bagi tenaga kesehatan di seluruh dunia.
Fasilitas WHO Academy ini menawarkan teknologi canggih seperti augmented reality, simulasi berbasis AI, dan ruang pembelajaran interaktif. Dengan fokus pada inovasi dan kualitas, WHO berupaya meningkatkan kapasitas jutaan tenaga kesehatan, termasuk di negara berkembang, agar mampu menghadapi tantangan kesehatan global seperti pandemi, penyakit menular, dan perubahan iklim.
Dalam pidatonya, Tedros menyampaikan bahwa lembaga ini bertujuan untuk memberikan pelatihan yang relevan, mudah diakses, dan berbasis bukti ilmiah. WHO Academy juga telah mengembangkan platform daring dengan lebih dari 3 juta pengguna dari 194 negara, membuktikan dampaknya dalam skala global.
Pendirian akademi ini merupakan bagian dari implementasi target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam bidang kesehatan dan pendidikan. WHO berharap keberadaan fasilitas ini akan membantu mengatasi krisis tenaga kesehatan yang masih terjadi di berbagai belahan dunia.
Sebagai institusi yang independen namun tetap terhubung dengan WHO, WHO Academy juga akan memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan lembaga pendidikan, organisasi non-pemerintah, dan pemerintah negara anggota.
Melalui inovasi pembelajaran seperti ini, WHO menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem kesehatan global yang lebih tangguh. Perluasan pembelajaran tenaga kesehatan global ini diharapkan mampu mencetak generasi tenaga medis yang kompeten dan siap menghadapi tantangan kesehatan masa depan.





