Gunungkidul, 29 Mei 2025 — Bertempat di Masjid Nur Hidayatullah, Sumberejo, Karangmojo, Gunungkidul, suasana Kamis pagi terasa berbeda. Ketika banyak generasi muda di kabupaten Gunungkidul berkumpul dalam semangat kebersamaan dan pembinaan karakter dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh SAKO SPN (Sekawan Persada Nusantara) Kabupaten Gunungkidul.
Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan biasa. Lebih dari itu, ini adalah bentuk nyata dari komitmen SAKO SPN dalam membina, mendampingi, dan mengedukasi para generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, dan berakhlak mulia.
Pembukaan Acara
Mengawali kegiatan, Kak Wawan Gunarjo memberikan sambutan pembuka kepada para peserta. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya semangat generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.
“Sebagai generasi muda, kita harus berani tampil, mandiri dalam bersikap. Dan salah satu wadah terbaik untuk melatih keberanian dan kemandirian itu adalah melalui kegiatan Pramuka khususnya SAKO SPN,” ujarnya disambut antusias oleh para peserta.
Materi SAKO SPN
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi kesatuan oleh Kak Fajar Sodiq. Dalam sesi ini, peserta diajak menyelami sejarah panjang SAKO SPN, dari awal berdiri hingga menjadi sebuah gerakan kepramukaan yang edukatif dan kontributif seperti saat ini.
Kak Fajar menekankan bahwa menjadi bagian dari SAKO SPN bukan hanya soal aktif berkegiatan, tetapi juga menjadi generasi berakhlakul karimah, alim, dan fakih—mampu menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam setiap tindakan.
Kak Teguh Riyanto kemudian mengambil alih sesi edukasi, memaparkan secara inspiratif berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan oleh SAKO SPN Gunungkidul. Dari pelatihan kepemimpinan, bakti sosial, hingga kegiatan pengabdian masyarakat—semuanya menjadi bukti nyata bahwa SAKO SPN bukan hanya bermanfaat bagi anggotanya, tetapi juga bagi masyarakat sekitar.
Dengan visualisasi dokumentasi dan cerita-cerita menyentuh, peserta dibuat bangga menjadi bagian dari gerakan yang penuh manfaat ini.
Dinamika dan Kebersamaan
Puncak kegiatan terasa hangat saat memasuki sesi dinamika kelompok yang dipandu oleh Kak Ananda Putra
Kak Ananda memotivasi kepada seluruh peserta untuk terus berkarya :
“Generasi muda itu bagaikan matahari pukul 12 siang terang, membara, dan berada di puncak kekuatannya. Maka jangan sia-siakan masa muda hanya untuk bersantai, tapi ukirlah karya yang bermanfaat bagiorang-orang di sekitar kita.”
Sesi ini dilanjutkan dengan kegiatan interaktif kelompok yang melatih kerjasama, komunikasi, dan kekompakan. Suasana penuh canda dan tawa, namun tetap sarat akan nilai pendidikan karakter.
Kegiatan yang Menyatukan
Yang istimewa, seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di area Masjid Nur Hidayatullah, memberikan nuansa yang sejuk dan menyejukkan. Lokasi ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi menjadi pusat kegiatan pembinaan generasi muda.
Hal ini membuktikan bahwa kegiatan SAKO SPN bukan hanya berbasis kepramukaan, tapi juga selaras dengan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan—membentuk pribadi tangguh yang berpijak pada iman dan akhlak.
Menepis Stigma, Merajut Harapan
Sebagai bagian dari upaya positif, kegiatan ini juga menjadi jembatan pemahaman antara organisasi seperti LDII yang menaungi SAKO SPN, dengan masyarakat luas. Bahwa kegiatan ini inklusif, edukatif, dan bermanfaat, bukan eksklusif atau tertutup.
Masyarakat yang hadir pun merasa senang dan terlibat, bahkan beberapa orang tua peserta menyatakan apresiasi:
“Kami baru tahu kalau ada kegiatan pramuka seperti ini, kalau dampaknya sih sangat positif dan mendidik, anak-anak jadi lebih berani dan percaya diri,” ujar salah satu wali peserta.
Dengan semangat persatuan, keikhlasan, dan keberanian, kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam menyemai benih generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
SAKO SPN Gunungkidul telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya sekadar organisasi, tetapi juga rumah pembinaan yang menyenangkan dan membangun bagi para pemuda harapan bangsa.





