Sleman, jogjakeren.com – Sejumlah 499 peserta dari remaja usia 17 tahun hingga ibu-ibu mengikuti pengajian khusus keputrian untuk meningkatkan ilmu agama yang diadakan oleh DPD LDII Sleman di Masjid Al Fattah Pundungrejo, Kalasan, Minggu (28/1/2024).
Menghadirkan dua pemateri asal Jawa Timur yakni Ustadzah Hj. Mutimah dan Ustadzah Titik Ulfayanti. Kedua pemateri yang dihadirkan ini diharapkan bisa menambah keilmuan bagi remaja putri dan ibu-ibu agar bisa diamalkan sebagai amalan andalan wanita muslim.
Dalam paparan materi oleh Ustadzah Hj. Mutimah, ia menjelaskan agar bisa menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua dan menjadi istri yang baik sesuai Alquran dan Alhadist. “Sebagai seorang anak, kita wajib berbuat baik kepada orang tua, taat kepada orang tua, tidak berkata kasar, memuliakakan kedua orang tua atau orang yang dituakan, memiliki akhlak yang baik dan mandiri,” tutur Hj. Mutiah.

Ustadzah Hj. Mutiah juga menyatakan, bahwa sebagai istri supaya bisa mendidik anak-anaknya dengan baik, mengarahkan dan menasehati anak-anaknya agar menjadi anak yang baik. “Ada empat kebahagiaan sesorang yaitu istri yang sholihah, anak yang baik, bergaul dengan orang-orang yang sholih-sholihah dan mendapatkan rezeki di negaranya sendiri,” tambahnya.
Pada sesi kedua diisi oleh Ustadzah Titik Ulfayanti yang menerangkan tentang pentingnya wanita memiliki amalan andalan, salah satunya dengan bersodaqoh. “Gambaran orang yang shodaqoh fi sabilillah seperti menanam padi, jika menanam satu biji maka akan bertumbuh menjadi tujuh tangkai dan ditiap tangkainya ada ratusan biji. Jadi tidak rugi bagi orang yang bershodaqoh, karena Allah akan menggantinya dengan yang lebih banyak,” pungkas Ustadzah Titik.
Pada pengajian ini panitia mengapresiasi dengan memberikan doorprize kepada beberapa peserta yang semangat hadir lebih awal. Tercatat peserta dengan usia paling tua yaitu Mbah Wiryo 83 tahun dari Surokerten Kapanewon Ngemplak dan Mbah Subiyah 77 tahun dari Karangpakis Kapanewon Ngemplak.
Ilmu yang diberikan semoga bisa bermanfaat bagi remaja dan ibu-ibu agar bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Apabila dahulu belum pernah mengamalkan ilmu tersebut, supaya bisa mulai belajar mengamalkannya dan terus menjadi pribadi yang lebih baik sebagai wanita muslim menurut Alquran dan Alhadist.





