Jogjakeren.com – Australia, bersama Inggris dan Kanada, secara resmi mengumumkan pengakuan terhadap Palestina sebagai negara berdaulat. Keputusan ini disampaikan di New York menjelang Sidang Umum PBB. Langkah tersebut dipandang sebagai dorongan penting untuk membuka kembali jalan perdamaian melalui solusi dua negara yang selama ini menjadi usulan utama dalam menyelesaikan konflik Israel-Palestina.
Australia Umumkan Pengakuan Palestina di Sidang PBB
Pada 21 September 2025, Perdana Menteri Anthony Albanese bersama Menteri Luar Negeri Penny Wong menyampaikan pengumuman bersejarah di New York. Mereka menegaskan bahwa Australia kini mengakui Palestina sebagai negara yang sah. Menurut Albanese, keputusan ini diambil setelah pertimbangan panjang mengenai situasi di Timur Tengah yang semakin memburuk akibat kekerasan berulang dan mandeknya perundingan damai.
Pengakuan ini juga menunjukkan bahwa Australia ingin berada di garis depan dalam mendorong diplomasi global. Canberra menilai, tanpa adanya pengakuan terhadap Palestina, sulit bagi proses perdamaian untuk berjalan karena salah satu pihak utama dalam konflik tidak dianggap setara dalam perundingan.
Alasan Pemerintah Australia Mendukung Solusi Dua Negara
Australia menegaskan bahwa pengakuan Palestina dilakukan untuk memperkuat gagasan solusi dua negara. Pemerintah percaya bahwa Israel dan Palestina hanya bisa hidup berdampingan secara damai jika keduanya diakui memiliki kedaulatan penuh.
Namun, pemerintah juga menekankan bahwa pengakuan ini tidak berarti tanpa syarat. Canberra meminta agar Palestina menghentikan kekerasan, mengakui Israel sebagai negara sah, serta melaksanakan reformasi dalam pemerintahan. Reformasi yang dimaksud mencakup perbaikan tata kelola, peningkatan transparansi, serta upaya mencegah kelompok bersenjata seperti Hamas memegang kendali politik.
Israel Tolak Keras, Dunia Beri Dukungan
Tidak semua pihak menyambut baik keputusan Australia. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menolak keras pengakuan tersebut dan menyebutnya sebagai “hadiah untuk terorisme”. Menurutnya, pengakuan ini tidak akan mengubah kenyataan bahwa Israel masih menghadapi ancaman keamanan dan tantangan besar di lapangan.
Meski begitu, banyak negara lain justru memuji langkah Australia. Inggris dan Kanada yang mengambil keputusan serupa menilai pengakuan Palestina akan menjadi sinyal positif untuk menghidupkan kembali perundingan damai. Beberapa organisasi internasional juga melihat langkah ini sebagai upaya penting untuk menyeimbangkan posisi kedua belah pihak, sehingga Palestina tidak lagi dipandang sekadar sebagai pihak lemah tanpa legitimasi politik.
Dampak Pengakuan Palestina bagi Diplomasi Australia
Bagi Australia, keputusan ini menegaskan perannya sebagai negara yang aktif dalam diplomasi global. Langkah ini memperlihatkan komitmen terhadap perdamaian, hukum internasional, dan hak asasi manusia. Australia ingin menunjukkan bahwa mereka siap bekerja sama dengan negara lain untuk mencari solusi jangka panjang bagi konflik di Timur Tengah.
Namun, keputusan ini juga membawa tantangan baru. Hubungan bilateral dengan Israel berpotensi memburuk, terutama dalam kerja sama keamanan dan perdagangan. Di dalam negeri, muncul perdebatan apakah langkah ini menguntungkan bagi kepentingan nasional. Beberapa pihak khawatir bahwa Australia akan terseret lebih jauh dalam konflik yang rumit.
Meski demikian, pemerintah tetap yakin bahwa pengakuan Palestina adalah langkah tepat. Dengan dukungan Inggris dan Kanada, Australia berharap dapat menciptakan momentum baru yang mendorong kedua pihak kembali ke meja perundingan. Keputusan ini juga menjadi bukti bahwa semakin banyak negara mulai mendorong solusi dua negara sebagai jalan keluar yang paling realistis bagi konflik yang sudah berlangsung puluhan tahun.





