Bantul, Jogjakeren.com – Untuk menjaga dan meningkatkan keterampilan para pesilat putri, PERSINAS ASAD Jogja dan Bantul kembali mengadakan Pasanggiri Putri pada Minggu (30/6/2024). Gedung SMP Al Karima Boarding School, Jetis, Bantul menjadi saksi kekompakan dan kebersamaan 228 pesilat PERSINAS ASAD putri. Dan yang menarik adalah kejuaraan ini mencakup berbagai usia, mulai dari usia dini (7 tahun) hingga lansia.
Pasanggiri putri merupakan agenda rutin PERSINAS ASAD dan tahun ini telah mencapai pelaksanaannya yang kelima. Bertujuan untuk meningkatkan kesehatan dan keamanan mandiri, serta membentuk 29 karakter pada warga PERSINAS ASAD, yaitu kedisiplinan melalui latihan rutin dan kemahiran jurus.
H. Ahmad Riyadi, S.Si., M.Kom., Pembina PERSINAS ASAD menyebutkan dalam sambutannya bahwa motivasi pesilat PERSINAS ASAD adalah mottonya, yaitu aman untuk selamat, ampuh untuk damai, berjiwa besar jadi pendekar, berbudi luhur nasehat leluhur. “Dalam PERSINAS ASAD juga ada 4 aspek yang mungkin berbeda dengan silat lainnya, yaitu aspek religi, aspek bela diri, aspek olahraga, kebugaran dan prestasi, serta aspek pelestarian budaya,” lanjutnya.
Seluruh rangkaian pasanggiri berjalan lancar dan menyenangkan. Seluruh peserta sangat bersemangat mengikuti rangkaian acara dari pembukaan hingga pengumuman juara. Salah satu peserta kategori istimewa (usia lansia), Sanas Samboda merasa sangat bangga dan senang bisa menjadi peserta pasanggiri.
“Ya sangat bangga, karena di umur yang segini masih sehat, masih kuat dan semangat,” ujar Sanas. Dia berpesan untuk seluruh pemuda, perempuan Indonesia dan warga PERSINAS ASAD untuk tetap semangat dan dapat menjadi wanita mandiri serta kuat.
H. Kusnanto, Bendahara Pengprov PERSINAS ASAD DIY menutup kegiatan dengan mengapresiasi seluruh panitia serta peserta yang telah meluangkan waktunya untuk acara tersebut, termasuk untuk latihan mereka. H. Kusnanto berpesan supaya latihan peserta tidak berhenti di pasanggiri ini, supaya terus berlanjut dan rutin. “Semoga ini menjadi awal untuk lebih giat, disiplin, melatih diri untuk dunia dan ibadahnya,” tutupnya.





