Konsep Currency, Tingkatkan Kinerja Guru dan Pamong SMA IMBS Jogja

SMA IMBS
Pembina dan pengurus yayasan beserta para guru, staff dan pamong SMA IMBS Jogja mengikuti pembinaan SDM pada Senin (24/6/2024).

Sleman, Jogjakeren.com – Guru dan pamong merupakan aktor utama dan ujung tombak dalam pelaksanaan pendidikan pada sekolah berbasis boarding school. Kontribusinya dalam berkarya secara produktif dan berjuang sangat diharapkan demi terwujudnya generasi penerus yang berakhlak mulia, alim faqih dan mandiri.

Oleh karena itu, yayasan Bina Insan Karakter Indonesia (BIKIN) mengadakan acara pembinaan SDM pada Senin (24/6/2024) bertempat di Deepublish Minihall Pesona Merapi Club House, Sleman, Yogyakarta. Acara tersebut dihadiri oleh segenap jajaran pembina dan pengurus yayasan serta seluruh guru, staff, dan pamong SMA Insan Mulia Boarding School Sleman Yogyakarta.

An Nur Budi Utama, S.T., ketua umum yayasan dalam sesi pembinaan memaparkan pentingnya menerapkan konsep Currency dalam menjalankan tugas sebagai guru, staff, maupun pamong. Konsep Currency hasil perenungannya ini jika mampu dipraktekkan maka tak elak akan mampu merubah kehidupan dan meraih sukses dunia akhirat.

Read More
SMA IMBS
Jajaran pembina dan pengurus yayasan beserta para guru, staff dan pamong SMA IMBS Jogja

Ada 4 hal dalam konsep Currency yaitu ridho dari banyak orang, doa dari banyak orang, niat mencari pahala dan uang. Sebagai guru, staff dan pamong, keempat hal tersebut seyogyanya dijadikan motif dalam menjalankan tugas-tugasnya yang tentunya disertai dengan penuh kesabaran. Dalam mendidik dan melayani siswa siswi tidak semata-mata mencari uang, melainkan ingin mendapatkan doa, ridho dan pahala jariyah dari Allah SWT. “Adapun uang, percayakan pada Allah. Yakin bahwa Allah akan memberikan kekayaan kepada kita pada titik di mana kita siap dan layak,” jelas Budi sapaan akrabnya.

Selain itu, Budi menjelaskan tentang konsep bisikan. Bahwa bisikan syetan itu nyata yang menimbulkan rasa negatif ke dalam diri kita. Rasa iri, dengki harus ditangkis dengan doa. Ketika mengambil keputusan harus didasarkan pada keimanan dan keilmuan bukan bisikan hawa nafsu. Dan penting juga untuk mengalahkan bisikan syetan yang mendorong untuk berbuat pamer atau sekedar ingin mendapatkan pengakuan. Selain itu juga bisikan syetan berpikir negatif kepada orang lain harus ditepis.

Sementara itu dari unsur pembina yayasan, H. Moh. Sahli memotivasi agar bersama-sama “Bangun jiwanya, bangunlah badannya” dalam menjalankan mandat sebagai pendidik. “Semua stakeholder supaya bersinergi agar karakter luhur yang dicita-citakan tidak hanya sekedar teori,” pesannya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *