PINSAR Bagikan 1.000 Paket Ayam dan Telur untuk Tekan Angka Stunting

PINSAR cegah stunting
Ketua Umum PINSAR Singgih Januratmoko membagikan paket ayam dan telur kepada masyarakat di Car Free Day (CFD) Surakarta, Minggu (1/10/2023).

Surakarta, jogjakeren.com Stunting merupakan kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan rata-rata anak seusianya. Kondisi ini terjadi akibat masalah gizi kronis atau kekurangan asupan gizi dalam waktu yang lama.

“Terdapat 22 juta anak menderita stunting. Dalam empat tahun menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) angka stunting menurun 9,2 persen. Targetnya pada 2024 turun 14 persen,” kata Ketua Umum Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (PINSAR), Singgih Januratmoko.

Dalam menekan angka stunting, Singgih menyebut dibutuhkan kolaborasi strategis antara peternak rakyat dan pemerintah. Pada rangkaian peringatan Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN), PINSAR membagikan 1.000 paket ayam dan telur untuk kampanye cegah stunting. Acara dihelat bertepatan dengan Car Free Day di Jalan Slamet Riyadi, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (1/10/2023).

Bacaan Lainnya

“Kami ingin mengampanyekan bahwa daging ayam dan telur merupakan sumber protein yang baik bagi pemenuhan gizi dan nutrisi. Selain itu harganya juga paling murah di antara protein hewani lainnya,” ujar Singgih.

Pada kesempatan yang sama Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan PINSAR Surakarta Hasbindi Haris Prasetyo mengatakan, mengatasi stunting memerlukan kerja sama semua pihak. Terutama para pengusaha muda umumnya, mereka harus memiliki kepedulian sosial yang tinggi, “Stunting menjadi ancaman suksesnya Indonesia Emas 2045, karena generasi yang saat ini kekurangan gizi mengakibatkan menurunnya kualitas SDM di masa mendatang,” ungkapnya.

PINSAR cegah stunting
Kampanye cegah stunting di Car Free Day Surakarta oleh PINSAR.

Ia menambahkan, kampanye makan daging ayam dan telur melibatkan anak-anak, agar mereka memahami gizi daging ayam dan telur. Sementara orangtua mereka juga memahami protein murah dari ayam dan telur, biayanya lebih rendah dibanding konsumsi rokok setiap bulan.

Selain membagikan 1.000 paket daging ayam dan telur, PINSAR juga menghibur masyarakat di Car Free Day dengan hiburan musik tradisional, dan kirab kampanye makan daging ayam dan telur, “Puncaknya kami akan kampanyekan konsumsi daging ayam dan telur dalam puncak HATN, yang akan diselenggarakan di Blitar, Jawa Timur pada 15 Oktober 2023. Acara tersebut akan dihadiri Gubernur Chofifah,” pungkas Haris.

Pemerintah Sebagai Off Taker Pangan

Di samping itu, Singgih mengapresiasi peran pemerintah melalui Kementerian Koordinator Perekonomian dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang telah mendistribusikan ayam dan telur sebagai bantuan pangan, “Maka pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat, khususnya keluarga berisiko stunting memperoleh asupan gizi dan nutrisi yang cukup untuk mencegah dan mengurangi stunting,” katanya yang juga Anggota Komisi VI DPR RI.

Menurutnya, pemerintah dengan bertindak sebagai off taker pangan juga turut menyelamatkan nasib para peternak UMKM yang banyak merugi, “Bantuan pemerintah tersebut turut berkontribusi menjaga stabilitas harga jual telur dan daging ayam di tingkat peternak,” ujarnya.

Namun Singgih juga mengingatkan, untuk menjaga keberlanjutan program tersebut, ia berharap pemerintah dapat melunasi pembayaran ayam dan telur program bantuan sosial (Bansos) tahap pertama di tingkat peternak, “Modal peternak UMKM sangat terbatas, sehingga dengan segera membayar daging ayam dan telur, peternak rakyat bisa terus berproduksi,” imbuh Singgih.

Berdasarkan data Bapanas sampai dengan 25 Mei 2023 ini penyaluran bantuan tahap pertama telah terdistribusi sebanyak 1,1 juta paket, atau 81,5 persen dari total penyaluran di tujuh provinsi.

Adapun tujuh provinsi tersebut adalah Banten sebanyak 57.000 paket (89 persen), Jawa Barat 405.000 paket (99 persen), Jawa Tengah 322.000 paket (99 persen), Jawa Timur 314.000 paket (82 persen), serta Nusa Tenggara Timur (NTT) 4.000 paket (4 persen), Sulawesi Barat 2.000 paket (14 persen), dan Sumatera Utara 72.000 paket (52 persen).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *