Jogjakeren.com – Seiring dengan berkembangnya zaman, pola asuh yang dilakukan oleh semua yang memegang peran sebagai orang tua juga ikut berubah. Kini orang tua-orang tua mempunyai cara tersendiri, lebih modern, dan tidak kaku, tidak seperti orang tua zaman dahulu.
Pada zaman modern seperti sekarang yang memasuki era society 5.0 dimana teknologi sudah semakin berkembang dengan metode teknologi modern yang mengandalkan manusia sebagai komponen utamanya, beberapa orang tua sudah menerapkan teknologi dalam hal mengasuh anak mereka.
Namun, masih banyak orang tua yang masih belum menerapkan teknologi dan mempertahankan metode lama terutama orang tua yang mewarisi didikan dari generasi baby boomers yaitu didikan otoriter, dimana anak diharapkan selalu mengikuti aturan ketat yang ditetapkan orang tua mereka.
Jika mereka mengalami kegagalan dalam mengikuti aturan, kemungkinan besar akan berujung pada hukuman entah hukuman ringan atau hukuman keras seperti fisik. Anak seolah dalam jeruji besi yang harus melakukan sesuatu sesuai dengan aturan orang tua, sering terbayangi oleh berbagai hukuman jika mereka melanggar salah satunya.
Contoh pola asuh otoriter sendiri seperti orang tua yang menggunakan rasa takut anak sebagai kontrol utama dengan alih-alih memberikan perhatian, mereka justru akan bereaksi dengan amarah dan kasar. Orang tua merupakan cerminan yang bisa dilihat dan ditiru oleh anak-anaknya dalam keluarga. Maka sudah hal biasa anak-anak yang telah tumbuh dewasa tetap berpegang teguh pada didikan pola asuh otoriter, karena mental mereka yang kukuh dan keras kepala dari orang tua mereka terdahulu.
Dengan demikian kita sebagai orang tua atau calon orang tua di generasi milenial dan generasi Z harus memiliki jiwa era society 5.0 yang mana mengutamakan metode terbaru dalam pola asuh. Memberikan bimbingan parenting orang tua yang masih menerapkan didikan otoriter dengan cara melakukan seminar eksklusif.
Menerapkan teknologi dalam mendidik anak dengan didampingi langsung orang tua yang telah siap berjiwa sabar, berjiwa positif dan mempunyai konsistensi. Orang tua juga wajib belajar tentang apa itu teknologi di lingkungan sekarang agar tidak gaptek dan senantiasa mengikuti zaman.
Menuntun anak harus bisa menggunakan teknologi dengan sebaik mungkin, harus bisa berfikir kritis dan dituntut untuk memilki kemampuan lebih atau multitasking untuk kedepannya dengan tidak merusak bagian anggota fisik mereka terutama mata.
Mulai mengembangkan bakat anak agar memiliki softskill dengan rencana matang dan kemauannya yang dibutuhkan oleh mereka dan orang-orang sekitar di kemudian hari. Tak lupa bahwasannya sikap orang tua juga penting untuk perkembangan anak di era society 5.0 ini.
Seperti yang telah disinggung di awal, orang tua harus kompak dalam memerankan perannya sebagai ayah-ibu, karena jika terdapat perbedaan pola asuh antara ayah-ibu maka anak akan memilih yang dianggap lebih nyaman. Sehingga secara tidak langsung mengakibatkan ada jarak pemisah terhadap salah satu orang tua.
Agar tidak terjadi jarak, maka orang tua harus saling memberikan perhatian dan komunikasi dua arah yang efektif dengan meluangkan waktu untuk mengobrol dengan anak. Jika hal ini dapat dilakukan maka pola asuh yang sehat akan menciptakan generasi yang lebih sehat di masa depan.
Oleh Erwin Kusumastuti





