Jogjakeren.com – Bertempat di pendopo rumah dinas Bupati Sleman, Musda VII DPD LDII Kabupaten Sleman diselenggarakan sebagai amanat 5 tahunan. Kegiatan yang diikuti oleh Pengurus DPD LDII dan PC LDII se-Kabupaten Sleman ini dibuka secara resmi oleh Bupati Sleman, pada Minggu (5/12/2021).
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), ormas islam yang berdiri pada 3 Januari 1972, adalah salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia. Berdirinya LDII memiliki tujuan untuk meningkatkan harkat dan martabat kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta turut dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang dilandasi oleh keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan YME.
Keberadaan organisasi masyarakat merupakan kelaziman dalam kehidupan demokrasi masa ini. Beragamnya latar belakang masyarakat di Kabupaten Sleman tentu mendorong perlunya sikap saling rukun dan toleran. “Sleman merupakan miniatur Indonesia. Keberagaman Indonesia ada di Sleman ini,” jelas Bupati Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo.
Setiap organisasi masyarakat harus ikut andil dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, termasuk warga LDII. “Lakukanlah hal-hal preventif demi penjagaan. Contohnya, minimalisir ‘klithih’ dengan tidak memfasilitasi motor kepada anak yang belum waktunya,” ajak Kasat Binmas Polres Sleman AKP Yuliyanto, S.H.
Senada, Kesbangpol Sleman mengajak LDII Sleman untuk menjaga kerukunan dan ketertiban hingga akar rumput. Sebab, LDII pun mempunyai kewajiban yang sama untuk pembangunan Indonesia, termasuk berperan dalam kamtibmas. “Hal ini dilakukan baik dengan sesama warga LDII, maupun dengan masyarakat sekitar,” tutur Ahmad Raharjo, S.Si., M.Sc.





