Jogjakeren.com – Indonesia kembali berduka. Gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru, mengalami erupsi pada Sabtu (4/12/2021). Dilansir dari laman BNPB, erupsi diawali dengan muntahan lahar pada pukul 13.30 WIB, disusul guguran awan panas sekitar pukul 15.00 WIB.
Gunung Semeru (3.676 mdpl) yang berada di Kabupaten Lumajang, Malang, Jawa Timur, merupakan salah satu gunung aktif di Indonesia yang mengalami erupsi dari waktu ke waktu. “Akibat curah hujan tinggi, sehingga memicu lava yang ada di sana erupsi atau terjadi guguran awan panas,” kata Eko dalam konferensi pers di YouTube BNPB, Sabtu (4/12/2021).
Pelaksana Tugas (Plt) Kapusdatin BNPB Abdul Muhari mengungkapkan bahwa hingga Minggu (5/12/2021), terdapat 13 korban jiwa dan lebih dari 41 korban luka-luka. Upaya BNPB untuk mengevakuasi korban terhambat putusnya listrik, tebalnya asap, dan hujan deras selama erupsi.
Berkenaan dengan musibah ini, dukungan dan doa mengalir dari berbagai pihak, tak terkecuali warga LDII Sleman. Dalam pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) VII DPD LDII Kabupaten Sleman, peserta diajak mengheningkan cipta sejenak.
LDII Sleman berdoa kepada Allah SWT untuk seluruh korban musibah erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. “Yaa Allah, Yaa Rahman, Yaa Rahim, berikanlah kesabaran dan ketabahan kepada seluruh korban erupsi Gunung Semeru dalam menghadapi musibah ini. Berikanlah kemudahan dan kelancaran untuk dapat bangkit kembali,” tutur H. Fauzan, S.Pd., M.Pd., di pendopo rumah dinas Bupati Sleman, Sabtu (5/12/2021).





