Prinsip Sukses Ala Wildy Istimror di Pengajian Akbar Generus Sleman

Pengajian Akbar
Wildy Istimror membakar semangat para generasi muda LDII Sleman (dok. jurnalis)

Sleman, Jogjakeren.com – Di abad ke-20 ini, kesuksesan materi menjadi tujuan utama. Banyak generasi muda, terutama Gen Z, yang lebih memilih untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan raga daripada kebutuhan karsa/jiwa. Tidak jarang kesibukan mereka menjadikan diri semakin jauh dari agama. Alhasil, pribadi generasi muda merasakan ‘’lubang’’ dalam hati yang tidak dapat diidentifikasikan sebabnya. Salah satunya adalah selalu merasa kosong meski sudah keras membanting tulang.

Berangkat dari tantangan tersebut, DPD LDII Sleman menggelar Pengajian Akbar Muda-Mudi Sleman pada Minggu (18/5/2025). Acara bertempat di dua lokasi yang berbeda. Peserta usia remaja (13-18 tahun) berada di Masjid Al Furqon, Gedongan. Sedangkan usia mandiri (19 tahun – belum menikah) mengambil tempat di Masjid Mulya Abadi, Mulungan. 

Ratusan anak muda antusias menghadiri pengajian akbar. DPD LDII Sleman mengundang dua pemateri dari DPP LDII, yaitu Ir. H. Wildy Istimror yang mengisi nasehat agama. Lalu KH Erwin Wiyadi, S.Pd.I. selaku Ulama Pondok Wali Barokah Kediri yang menerangkan dalil-dalil pemantapan agama. Keduanya pemateri menekankan betapa pentingnya mengutamakan Akhirat di samping mencapai kesuksesan dunia.

Read More

Kisah Perjalanan Hidup Wildy Istimror

Acara sudah dimulai sejak pukul 8.00 WIB. Pemuda-pemudi berdatangan tanpa henti dan melakukan registrasi di halaman depan masjid. Pengajian pun dibuka dengan tausyiah kekinian oleh Bapak Wildy Istimror. Ia menjelaskan bahwa besarnya perjuangan agama itu pasti diikutkan dengan suksesnya kehidupan. Suksesnya hidup berartikan bisa menjalani dan mencapai cita-cita yang baik dan diimpikan. 

Pengajian Akbar
Generus menyimak materi Pengajian Akbar DPD LDII Sleman (dok. jurnalis)

Pimpinan Yayasan Budi Utomo Gadingmangu ini kemudian mengutip hadits riwayat Abu Hanifah yang berbunyi Barang siapa yang memahamkan dirinya di dalam agamanya Allah, maka Allah akan mencukupi kehidupannya, serta memberinya rejeki darimana dia tidak menyangka

“Ketika Saya masih berkuliah semester lima, Cak Emir, guru ngaji saya, berpesan ‘Kamu itu masih muda, masih ada tenaga untuk kuliah. Gunakan waktumu ini untuk membantu agama Allah. Jangan nunggu! Nanti saat lulus kuliah, giliran Allah yang membantumu’ Nasehat itu membakar semangat dalam hati saya,” sambung Wildy. 

Mantan Direktur HR PT Philips Indonesia ini  mengaku sudah menjelajahi Sabang sampai Merauke hingga keluar negeri seperti Taiwan dan Korea. Menurutnya dari banyak pengalaman bertemu orang-orang yang sukses, mayoritas dari mereka berangkat dari latar belakang pejuang agama, yaitu mubaligh/mubalighot. Juga Mereka meyakini moto hidup seperti dalam surah Muhammad ayat 7, yaitu ‘Jika kalian menolong (agama) Allah, niscaya Allah akan menolongmu dan menetapkan kedudukanmu’.

Kesimpulannya, jika kita menghendaki memperoleh kesuksesan di dunia, maka sukseskanlah dahulu agama Sang Pemilik Dunia. Masa muda adalah masanya untuk aktif, aktif memperjuangkan diri, utamanya menjalankan peran dari Sang Pencipta. Sehingga, generasi muda sudah sepantasnya bersungguh-sungguh menggapai keberhasilan hidup melalui berhasilnya perjuangan agama yang dikerahkan. 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *