Restu Orangtua Jadi Sorotan dalam Pengajian Persiapan Nikah di Sleman

LDII
PPG Insan Mulia membekali remaja tentang persiapan nikah dengan tema Marry Is Not Scary, Minggu (21/9/2025).

Sleman (21/9)Jogjakeren.com Bicara soal pernikahan, banyak orang menganggap cukup dengan cinta. Padahal, membangun rumah tangga membutuhkan persiapan panjang yang meliputi iman, ilmu, mental, dan ekonomi.

Untuk itu, Penggerak Pembina Generus (PPG) Insan Mulia Sleman Barat menggelar Pengajian Usia Mandiri di Masjid Al-Furqon, Mlati, Minggu (21/9/2025). Dengan tema Marry Is Not Scary, kegiatan ini menjadi wadah pembekalan dasar bagi remaja LDII usia 20 tahun ke atas.

Ketua panitia, Ridwan, menegaskan acara ini bukan dorongan agar peserta segera menikah. “Pengajian ini bukan berarti besok pagi harus menikah. Namun kapan pun remaja siap, mereka sudah punya bekal materi dasar,” ujarnya.

Read More

Materi yang disampaikan mencakup beragam aspek, mulai dari ilmu keislaman, pentingnya komunikasi antar pasangan, kemandirian finansial, hingga manajemen rumah tangga. Forum diskusi juga menyinggung topik sensitif seperti restu orangtua, kriteria pasangan, patriarki, dan pengaruh standar media sosial dalam mencari jodoh.

Ulama Sholihan menekankan pentingnya menjadikan agama sebagai dasar dalam memilih pasangan. “Nikah itu dua pertiga agama terjaga. Jadi pilihlah pasangan karena agama, bukan hanya harta, nasab, atau kecantikan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan fasilitator Wagiyanto, yang menyoroti masalah restu orangtua. Menurutnya, banyak penolakan muncul bukan karena alasan mendasar, melainkan karena kurangnya komunikasi antara anak dan orangtua.

Selain itu, konflik rumah tangga juga kerap terjadi karena kurang komunikasi. Menurutnya, masalah dalam keluarga dapat diselesaikan melalui musyawarah.

“Ilmu menjadi suami atau istri yang baik bisa terus dipelajari, salah satunya dengan meneladani keluarga yang harmonis,” katanya.

Selain itu, kondisi demografis Sleman turut menjadi perhatian. Jumlah perempuan lebih banyak dibanding laki-laki, dan sebagian besar perempuan sudah mandiri secara finansial. Hal ini menjadi dorongan agar laki-laki segera mempersiapkan diri dengan kemandirian ekonomi sebelum menikah.

Suasana pengajian berlangsung serius sekaligus hangat. Peserta tak hanya menyimak nasihat, tetapi juga aktif berdiskusi dalam kelompok kecil untuk menggali tantangan nyata menuju kehidupan rumah tangga.

PPG Insan Mulia menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pembinaan bagi remaja LDII. Harapannya, pembekalan ini membuat generasi muda lebih siap menjalani pernikahan sesuai syariat Islam, dengan fondasi yang kokoh sejak awal.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *