Pantik Semangat Mengaji, PPG Insan Mulia Tingkatkan Kapasitas Tenaga Pendidik

Tenaga Pendidik
Peserta pelatihan mempraktikkan materi BCM agar selanjutnya dapat diaplikasikan pada kelas masing-masing (dok. jurnalis)

Sleman, Jogjakeren.com – Sebagai kota pelajar, Yogyakarta memiliki ritme kehidupan yang begitu dinamis. Kesibukan aktivitas pendidikan dan sosial menciptakan tantangan tersendiri bagi generasi muda untuk tetap menjaga kefahaman agama mereka. Alhasil, minat untuk mendalami agama dengan cara mengaji semakin menurun. Hal serupa juga dialami oleh para tenaga pendidik DPD LDII Sleman Barat. Berkurangnya tingkat kehadiran generus saat mengaji mengakibatkan kesemangatan belajar beberapa pengajar ikut merosot.

Merosotnya semangat tenaga pendidik tersebut menarik perhatian Tim Tendik PPG Insan Mulia. Tim Tendik menyelenggarakan kegiatan “Refresh Guru Generus” pada 19 Januari 2025 lalu sebagai upaya mengembalikan energi tenaga pendidik mereka dalam mengisi KBM. Kegiatan ini diadakan perdana di Komplek Masjid Al Firdaus Bedingin, Mlati, Sleman. Dalam kegiatannya, PPG Insan Mulia mengundang 7 utusan untuk setiap PAC LDII. Peserta terdiri atas 3 guru kelas caberawit, dan 1 guru untuk masing-masing kelas pra remaja, remaja, serta usia mandiri. Puluhan menghadiri undangan dari Tim Tendik ini

Eko Maulana selaku anggota Tim Tendik menyampaikan tujuan pelatihan ini. Yaitu untuk mencetak guru-guru yang mampu menjadikan generusnya lebih senang dan ketagihan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di PAC. “Yang menjadikan generus senang (datang mengaji) salah satunya adalah gurunya. Jika dalam menyampaikan materi gurunya bisa menyenangkan, maka mereka akan kangen,” paparnya.

Read More

Sorotan dari pelatihan ini adalah materi BCM yang dapat diaplikasikan untuk mencerahkan situasi kelas. Setelah teori disampaikan, penyelenggara menginstruksikan agar seluruh peserta pindah ke halaman masjid. Peserta dibagi merata sesuai dengan jumlah fasilitator yang disediakan. 

Suasana saat penerapan materi terasa sangat menyenangkan. Ana Setiabudi, utusan dari PAC Sinduadi, mengutarakan pendapatnya,“Tadi banyak sekali contoh-contoh games (yang diajarkan). Nagih dan asik banget. Penyampainya enak, moderatornya juga enak. Rating nya 9,8 (dari 10)!”.

Ali Ashar sebagai koordinator mengapresiasi semangat para tenaga pendidik yang hadir. Ketua Sako SPN Sleman ini menyampaikan harapan dan pesannya untuk para peserta. “Yang paling penting adalah lakukan saja. Segera praktik saja. Kalau tidak segera praktik, khawatir nanti ilmunya menguap. Kalau hanya rencana-rencana saja, ya, tidak akan menemukan kendala yang berarti (untuk dipelajari) dan bisa improve,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *