Sleman, jogjakeren.com – Masa baligh merupakan salah satu fase pertumbuhan anak dalam Islam yang dikenal juga dengan masa pubertas. Dalam masa ini anak merasakan banyak perubahan pada dirinya, oleh sebab itu pentingnya edukasi pra baligh harus diberikan kepada anak yang akan memasuki usia baligh.
Oleh karenanya, MDT Al Fattah Sambisari yang dipusatkan di Masjid Ummu Dani Salamah (Masdanis) memberikan bimbingan edukasi pra baligh pada santri usia SD kelas 4 sampai kelas 6 dengan tema “Mewujudkan Remaja Sehat Remaja Bahagia” pada Jumat (15/9/2023).
Dr. Yani Widyastuti, S.SiT., M.Keb. selaku pemateri mengatakan acara ini ditujukan untuk menjembatani rasa keingintahuan remaja yang tinggi tentang kesehatan reproduksi yang belum didapatkan anak dari keluarga. Serta menghindarkan anak milenial dari berbagai tawaran informasi yang vulgar, yang belum tentu benar, jujur dan lengkap disesuaikan dengan kematangan usianya.
“Karena pemberian informasi tentang kesehatan reproduksi senantiasa dikaitkan dengan persoalan aqidah, akhlak, menjauhi kemungkaran dan tidak mendatangkan kemudharatan terhadap orang lain, maka membekali anak yang akan memasuki masa akil baligh dengan informasi yang tepat merupakan hal yang penting agar anak dapat memahami kapan saatnya memiliki kewajiban dan tanggung jawab sebagai seorang muslim,” tuturnya.

Tugas perkembangan di masa remaja menuntut perubahan besar dalam sikap dan pola perilaku dalam menghadapi perubahan fisik, fungsi, emosi maupun sosial. “Remaja hendaklah memiliki gambaran diri yang positif, mengelola emosi dalam menghadapi masa “badai dan tekanan”, gemar mengaji agar memedomani dalam setiap pengambilan keputusan atau tindakan,” jelas Yani.
Ia berpesan, remaja harus bisa menjaga pergaulan karena sudah mampu bereproduksi yaitu sudah mampu untuk hamil bagi remaja putri, mendekatkan diri dengan orang tua, dekat dengan alim ulama, selektif memilih teman bergaul, menolak ajakan atau permintaan orang yang baru dikenal baik secara langsung maupun melalui media sosial, bijak dalam menggunakan media sosial dan mengakses internet serta memiliki pola hidup sehat.
“Pesan bagi orang tua yang memiliki anak menuju usia baligh maupun sudah baligh, sebaiknya juga menyiapkan diri dan membekali diri dengan pengetahuan seputar kesehatan reproduksi remaja,” ujar Yani.
Yani menambahkan, orang tua supaya bisa memotivasi dan mendukung anak untuk gemar mengikuti kegiatan keagamaan, menjadi teman bagi anak, hangat dalam mengasuh anak, sering mengajak berkomunikasi atau diskusi dengan anak. “Selain itu tidak menganggap tabu tentang hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan remaja dan kesehatan reproduksi remaja, menghormati privasi anak, memposisikan diri sebagai remaja, menerapkan aturan yang tegas disertai penjelasan logis, memantau penggunaan handphone dan berupaya update teknologi informasi,” pungkasnya.





