Setiap Tanggal 1 Mei Diperingati Hari Buruh, Ini Sejarahnya

Sejarah Hari Buruh
Ilustrasi Hari Buruh (Sumber : tribunnews.com)

Jogjakeren.com – Hari Buruh diperingati setiap tanggal 1 Mei di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Di tingkat dunia sering disebut May Day, sedangkan di Indonesia sering disebut sebagai Hari Buruh Nasional. Apapun istilah yang digunakan, ternyata hari buruh memiliki sejarah yang sangat panjang.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa Hari Buruh dimulai ketika para buruh Amerika Serikat mengumumkan keluhan terkait pekerjaan yang dinilai tak manusiawi. Mereka dituntut untuk bekerja belasan jam sehari. Ada yang mempekerjakan selama 14, 16, bahkan 18 jam dalam sehari. Banyak dari mereka akhirnya melayangkan protes.

Para buruh kemudian membentuk Federation of Organized Trades and Labour Unions (FOTLU), yang kemudian menjadi American Federation of Labour (AFL), mengadakan konvensi di Chicago pada 1884. FOTLU memproklamirkan delapan jam kerja untuk tenaga kerja sejak dan setelah 1 Mei 1886.

Read More

Pada tahun berikutnya, organisasi buruh terbesar di Amerika Serikat, Knights of Labour, mendukung FOTLU. Mereka pun mengerahkan buruh untuk mogok kerja serta demo.

Pada 1 Mei 1886, lebih dari 300.000 pekerja yang berasal dari 13.000 perusahaan di seluruh negeri turun ke jalan guna menuntut haknya. Aksi mogok pun terjadi, dan diikuti 100.000 buruh mogok kerja. Aksi protes berlangsung secara damai, namun berubah pada 3 Mei 1886. Saat itu, aparat Kepolisian Chicago terlibat bentrok dengan buruh di McCormick Reaper Works.

Keesokan harinya, aksi demo kembali dilakukan di Haymarket Square guna memprotes para pekerja yang tewas serta terluka akibat insiden ini. Setelah terjadi kerusuhan Haymarket serta persidangan yang mengejutkan dunia, koalisi partai sosialis serta buruh yang baru terbentuk di Eropa menyerukan dilakukannya demonstrasi sebagai penghormatan Haymarket Martyrs. Pada 1890, lebih dari 300.000 orang melakukan protes demonstrasi May Day di London.

Momen bersejarah bagi buruh yang terjadi pada 1 Mei itu kemudian diterima oleh banyak pemerintahan di seluruh dunia. Hingga saat ini, May Day pada 1 Mei merupakan hari libur resmi di 66 negara.

Berdasarkan laman resmi Kemendikbud, lahirnya hari buruh merupakan bentuk solidaritas para pekerja dalam rangka memperingati Kerusuhan Haymarket di Chicago pada tahun 1886.

Sejarah Hari Buruh Nasional di Indonesia

Untuk di Indonesia, peringatan Hari Buruh dimulai pada 1 Mei 1918 oleh Serikat Buruh Kung Tang Hwee. Gagasan ini muncul setelah seorang tokoh kolonial, Adolf Baars mengkritik harga sewa tanah milik kaum buruh yang terlalu murah untuk dijadikan perkebunan. Selain itu, para buruh juga melakukan protes karena mereka bekerja dengan upah yang tak layak.

Pada masa kemerdekaan, momen peringatan Hari Buruh kembali digaungkan. Pada 1 Mei 1946, Kabinet Sjahrir menganjurkan agar peringatan Hari Buruh ini ditetapkan di Indonesia. Akhirnya, pada tahun 1948, lewat UU No. 12/1948 diatur bahwa setiap 1 Mei, buruh boleh tidak bekerja.

Selanjutnya, pada 1 Mei 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi menetapkan Hari Buruh sebagai Hari Libur Nasional.

Peringatan Hari Buruh ini merupakan momentum kebersamaan bagi pekerja, pengusaha, dan pemerintah untuk saling berdialog dalam mewujudkan ekosistem ketenagakerjaan yang fleksibel di Indonesia. Terciptanya kondisi hubungan industrial yang lebih harmonis diyakini akan berdampak positif dalam peningkatan penciptaan lapangan pekerjaan, serta peningkatan terhadap iklim investasi di Indonesia.

Dengan demikian, diharapkan kesejahteraan para pekerja atau buruh pun bisa semakin meningkat. Selamat Hari Buruh.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *