Sleman, jogjakeren.com – Sholat Idul Fitri 1445 H PC LDII Kapanewon Turi dilaksanakan di Bumi Perkemahan Jaka Garong, Garongan, Turi, Rabu (10/4/2024) dengan H. Thoyyib Abdillah sebagai imam dan khatib. Total jemaah yang menghadiri Sholat Idul Fitri sebanyak 788 orang, berasal dari 11 masjid di bawah naungan PC LDII Turi.
Bulan Ramadhan telah berlalu, sebulan penuh telah kita upayakan untuk meraih 5 sukses ibadah Ramadhan, meliputi sukses puasa, sukses shalat tarawih, sukses tadarus Alquran, sukses lailatul qodar, dan sukses zakat fitrah.
Dari keseluruhan rangkaian ibadah ramadhan tersebut, bisa diambil hikmah yang cukup berharga, antara lain bahwa untuk mencapai tujuan yang mulia membutuhkan kesungguhan, integritas moral yang tinggi, perlu kesabaran, kedisiplinan, saling menghargai dan empati, jauh dari sifat iri, dengki, sombong, riya’, ujub, dan penyakit hati lainnya.
“Maka selesailah sudah perjuangan kita dalam meraih kemenangan besar tersebut untuk kembali ke fitrah manusia, hingga bertemu hari kemenangan yaitu perayaan Idul Fitri 1445 H,” ujar H. Thoyyib.
Ketua PC LDII Turi, H. Juwanto menyampaikan bahwa dengan perayaan Idul Fitri 1445 H ini mengingatkan akan pentingnya kerukunan dan kekompakan, terlebih setelah pelaksanaan pemilu serentak. “Setelah pileg dan pilpres mungkin ada beda pilihan. Sekarang ini sudah selesai. Maka harapannya, kita tatap ke depan dengan terus merajut kerukunan dan kekompakan agar kita menjadi kokoh,” ujarnya.
H. Juwanto juga mengajak kepada warga LDII di Kapanewon Turi untuk meningkatkan budi luhur sebagai langkah konkret berkontribusi kepada bangsa dan negara. “Momentum Idul Fitri kali ini, marilah rapatkan kembali barisan kita untuk hidup rukun, saling menghormati dan menghargai satu sama lain,” ungkapnya.
Seiring dengan upaya tersebut, dipersiapkan generasi penerus warga LDII yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki landasan keimanan dan ketakwaan yang kuat dengan menjadikan insan yang alim faqih dalam beragama, bisa menerapkan 29 karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari.
H. Juwanto menegaskan bahwa perayaan Idul Fitri menjadi wadah untuk bersilaturrahim dengan harapan bisa terjalin ukhuwah, rasa kebersamaan dan saling menghormati, sebagai syarat terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. “Dengan harapan semoga Hari Raya Idul Fitri 1445 H ini dapat meningkatkan Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Basyariah, dan Ukhuwah Wathoniyah menuju masyarakat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang maju, aman, sejahtera, dan diridhoi Allah SWT,” tegasnya.





