Jogjakeren.com – Di zaman modern seperti sekarang, para generasi penerus dituntut mempunyai modal ilmu yang mewadai, baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan. Di samping itu, pergaulan maupun pengaruh remaja saat ini begitu bebasnya sehingga mengesampingkan norma agama dan norma asusila.

“Menuju sukses dunia dan akhirat, belajar ilmu dunia (pengetahuan) dan ilmu agama harus seiring, seperti yang disampaikan sahabat Ali bin Abi Thalib, barang siapa yang ingin sukses dunia maka harus dilandasi dengan ilmu dan barang siapa yang ingin sukses akhirat maka juga harus dilandasi dengan ilmu,” kata H. Suhardi pada pembukaan Pondok Pesantren (Ponpes) Nur Aisyah Pulokadang, Jetis, Bantul, Kamis (30/6/2022).
Hadirnya Ponpes Nur Aisyah ini juga sebagai wadah dalam menanamkan karakter generasi penerus sesuai dengan norma-norma agama yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Para santri pun ditanamkan agar memiliki akhlaqul karimah seperti jujur, sopan santun, gotong royong dan mandiri.
“Untuk itu alangkah baiknya kalau kami membina generasi penerus melalui pondok pesantren, namun para santri tetap bisa menuntut ilmu pendidikan formal,” ujar Pimpinan Ponpes Nur Aisyah sekaligus Ketua Pembina Yayasan Nur Aisyah ini.

H. Suhardi berpesan kepada 9 santri putra dan 14 santri putri untuk mematuhi peraturan pondok, menghormati guru, dan pengurus pondok. “Juga disiplin dalam mengatur waktu baik di lingkungan pondok maupun sekolah, khusyuk dan konsentrasi dalam beribadah dan menerima ilmu,” pesannya.
Peresmian pembukaan Ponpes Nur Aisyah dihadiri jajaran pembina/penasehat pondok, pengurus Yayasan Nur Aisyah, pengurus pondok, santri dan orang tua/wali santri, tokoh masyarakat, dan masyarakat sekitar pondok.





