Siswa SDN Bangunjiwo Raih Medali Emas Pada Kejuaraan Pencak Silat IPSI Bantul

IPSI Bantul
Al Aqsho Daffa Raaif Zulkarnain Lubis, siswa kelas 6 SD N Bangunjiwo berhasil meraih medali emas pada Kejuaraan Pencak Silat tingkat pelajar IPSI Bantul.

Bantul, jogjakeren.com – Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Bantul bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bantul menggelar kejuaraan pencak silat tingkat pelajar SD/MI – SMP/Mts. Kejuaraan dipusatkan di gedung olahraga Stadion Sultan Agung pada 18-23 Desember 2023 dengan kategori tanding putra dan putri.

Al Aqsho Daffa Raaif Zulkarnain Lubis, siswa kelas 6 SD Negeri Bangunjiwo turut mengikuti kejuaraan ini dan berhasil meraih medali emas pada kelas tanding G dengan BB 38-40 Kg. “Usaha dan doa merupakan kunci utama kesuksesan namun dorongan orangtua, kedisiplinan saat latihan juga mendukung terbentuknya karakter seorang atlet pencak silat,” kata Deby Zulkarnain Rahadian Syah, orangtua Raaif saat dihubungi melalui pesan whatsApp, Kamis (21/12/2023).

Deby menambahkan, prestasi tersebut tidak serta merta secara instan dapat meraih juara 1, diawali mengikuti kejuaraan pencak silat Sembada Cup Sleman yang harus puas di peringkat ke-3. Selanjutnya mengikuti kejuaraan Baja Cup Bantul juga harus puas di peringkat ke-3.

Bacaan Lainnya

“Namun semangat pribadinya, juga keseriusan dalam berlatih dalam seminggu dua kali dengan Coach Catur dan Fatah Alhamdulillah juga membuahkan hasil,” jelasnya yang diketahui Raaif aktif mengikuti latihan pencak silat di perguruan PERSINAS ASAD.

Dorongan dari Ketua Pengcam PERSINAS ASAD Kapanewon Kasihan Achsanu Wikan Sejati juga menambah semangat serta motivasi dalam berlatih.

“Harapan kami selaku orangtua akan muncul banyak juara dari PERSINAS ASAD yang juga mendidik atletnya dengan akhlakul karimah sebagai bekal utama, menguasai ilmu agama Islam yang kuat, dan bisa mandiri,” ujarnya.

Menurut dosen Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta ini, pencak silat adalah seni untuk tidak mencederai, namun mengasah kemampuan dan belajar dari lawan tandingnya. “Sesuai motto PERSINAS ASAD yang mengajarkan untuk memperbanyak kawan bukan lawan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *