Sleman, jogjakeren.com – Delegasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Donggala melakukan studi tiru ke Kampung Pramuka Sangurejo, menggandeng DLH Kabupaten Sleman dalam kunjungan yang penuh makna. Rombongan DLH Kabupaten Donggala, yang terdiri dari 15 orang, disambut hangat oleh pejabat DLH Kabupaten Sleman, tokoh masyarakat Sangurejo, dan Plt Panewu Kapanewon Turi, Bara Hernowo Natal, S.H., Senin (18/12/2023).
Dalam sambutannya, Bara Hernowo Natal menyampaikan selamat datang dan memberikan penjelasan tentang kondisi geografis Kapanewon Turi, khususnya terkait Program Kampung Iklim (ProKlim) Sangurejo. Eni Yuliani, SE., M.Si. Kepala Bidang Pengendalian Lingkungan Hidup, menekankan perlunya program ProKlim di Sangurejo sebagai upaya penampung air dan penjaga air di daerah pertanian.

Plt. Sekda Donggala/Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Donggala, Ir. H. Sofyan Dg. Malaba, M.Si., mengungkapkan kekagumannya terhadap lingkungan di Desa Sangurejo. “Banyak hal yang bisa kami bawa ke Donggala, terutama suasana lingkungan di Desa Sangurejo yang bisa menjadi contoh ketika kembali ke daerah kami,” ujarnya. Sofyan juga menyampaikan terima kasih kepada DLH Kabupaten Sleman dan warga Sangurejo atas sambutan hangat sejak pagi hingga siang.
Kadis DLH Kabupaten Donggala Dra. Arita Triana, M.Si. memberikan kesan positif terhadap keindahan pedesaan Sangurejo, tetapi juga menyoroti kurangnya kesadaran maksimal terkait lingkungan. “Kami tidak salah jika kesini. Kami memiliki satu program Kampung Iklim, tetapi masih jauh dari standar. Kesadaran ekonomi di sana lebih terfokus pada peningkatan ekonomi, sementara di sini tidak hanya merawat tapi juga menjaga,” ungkapnya.
Dalam kunjungan ini, DLH Kabupaten Donggala berharap dapat membawa inspirasi dari Sangurejo untuk diterapkan di daerah mereka. “Kami berharap kunjungan ke Kapanewon Turi ini membuka mata hati kami untuk berbuat lebih giat dalam pengembangan desa dengan konsep ProKlim yang lebih baik,” tambahnya.

Bappeda Kabupaten Donggala juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kebersihan lingkungan dan pengelolaan perkebunan salak di Sangurejo. “Sangurejo mungkin kecil, tapi unik. Semoga apa yang kami saksikan dan dengar hari ini dapat menjadi inspirasi untuk meningkatkan dan membentuk program-program lingkungan yang lebih baik di Donggala,” ujar perwakilan Bappeda.
Studi tiru ini diharapkan menjadi titik awal kolaborasi yang erat antara DLH Kabupaten Donggala, DLH Kabupaten Sleman, dan masyarakat Sangurejo untuk menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.





