Tahun 2021, Saatnya Dunia Perangi Perubahan Iklim!

  • Whatsapp
perubahan iklim
Tahun 2021, Waktunya Beraksi untuk Atasi Perubahan Iklim! (Foto: pexels.com)

Jogjakeren.com – Berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait Kerangka Kerja Perubahan Iklim, dijelaskan bahwa perubahan iklim adalah perubahan atmosfer global dan variabilitas iklim alami yang secara langsung ataupun tidak langsung disebabkan oleh aktivitas manusia.

Perubahan iklim salah satunya juga menyebabkan terjadinya pemanasan global atau terjadinya peningkatan suhu lingkungan di berbagai belahan dunia. Dilansir dari CNN Indonesia, isu perubahan lingkungan ini mulai menjadi perhatian dunia pada tahun 1985.

Bacaan Lainnya

perubahan iklim
Tahun 2021, Waktunya Beraksi untuk Atasi Perubahan Iklim! (Foto: pexels.com)

Kala itu, riset di Amerika Serikat menemukan adanya lubang pada lapisan ozon di Antartika. Selanjutnya berbagai pembahasan dan riset internasional dilakukan, sehingga kemudian muncul isu pemanasan global.

Dampak perubahan iklim bagi kehidupan di dunia sangatlah signifikan. Perubahan ini mampu memberikan berbagai dampak seperti mencairnya es di Antartika, penaikan tinggi permukaan air, hingga rusaknya berbagai ekosistem di dunia.

Tahun 2021 Menjadi Harapan Besar Perangi Perubahan Iklim

Ditahun 2021 ini, harapan masyarakat dunia terhadap penanganan perubahan iklim sangatlah besar. Berbagai pihak internasional memiliki berbagai upaya bersama yang akan dilaksanakan ditahun 2021 ini. Beberapa hal yang menjadikan tahun 2021 sebagai harapan besar memerangi perubahan iklim di antaranya:

Diagendakannya Konferensi Tinggi Perubahan Iklim

Konferensi Tinggi Perubahan Iklim merupakan salah satu tindaklanjut dari PBB terkait dengan penanganan perubahan iklim. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada bulan November – Desember 2021 di Paris, Perancis.

Melalui konferensi ini, berbagai negara akan menetapkan tujuan bersama untuk memerangi terjadinya pemanasan global dan juga perubahan pada iklim bumi. Salah satu upaya yang mampu memberikan dampak besar adalah pemutusan emisi karbon di tiap negara.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, emisi karbon merupakan faktor utama yang menjadi pemicu terjadinya perubahan pada iklim global. Maka melalui konferensi ini, setiap negara akan saling berupaya untuk menurunkan emisi gas di negaranya masing-masing.

Berbagai Negara Mulai Berpartisipasi dalam Pemotongan Emisi Karbon

White Smoke Coming Out from a Building
Emisi Karbon yang Tinggi Menjadi Akibat Utama Pemanasan Global (Foto: pexels.com)

Negara-negara besar seperti China, Amerika, Jepang, dan Korea juga menjadi bagian dari penyumbang emisi karbon yang besar. Pada September yang lalu, China telah memutuskan untuk berpartisipasi memerangi emisi karbon dan netral karbon pada tahun 2060.

Tidak hanya itu, Jepang dan Korea Selatan pun juga telah mengkuti jejak China untuk memerangi emisi karbon. Dilansir dari BBC News, China, Jepang, dan Korea Selatan menjadi pemasok emisi karbon yang cukup besar, yakni lebih dari 65% emisi global.

Keikutsertaan negara-negara tersebut menjadi langkah awal yang sangat baik bagi dunia untuk memerangi pemanasan global dan perubahan kondisi iklim dunia.

Pemanfaatan Energi Terbarukan

Pemanfaatan energi terbarukan, di samping mampu menurunkan biaya produksi juga mampu memberikan dampak yang fundamental dalam memerangi perubahan iklim. Sebab, energi terbarukan ini mampu menggantikan bahan bakar fossil yang merupakan penyebab utama emisi karbon.

Berbagai negara di dunia saat ini mulai memanfaatkan energi terbarukan di negaranya masing-masing. Hasil dari penggunaan energi terbarukan ini pun juga tidak kalah baik dari pada penggunaan bahan bakar fossil.

Maka dari itu, saat ini telah banyak negara-negara yang kemudian berani memutuskan untuk menekan bahkan meninggalkan penggunaan bahan bakar fossil dan beralih ke energi terbarukan. Hal ini menjadi angin segar dalam penanganan masalah iklim global.

Dampak Positif Pandemi Covid-19

Di samping dampaknya yang begitu luar biasa dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat dunia, pandemi Covid-19 ternyata juga memiliki dampak yang sangat positif bagi alam. Hal ini seakan menjadi pukulan keras bagi umat manusia untuk bisa lebih menyayangi tempat tinggalnya sendiri, bumi.

Sekitar 6 bulan awal ditetapkannya pandemi Covid-19, kondisi lingkungan global mengalami perubahan yang sangat signifikan. Dengan diterapkannya lockdown, penurunan pencemaran udara mengalami penurunan drastis.

Selain itu, Covid-19 juga memaksa setiap negara yang terdampak untuk bisa me-reebot sistem perekonomiannya. Hal ini perlu dilakukan agar perekonomian negara bisa tetap terjaga dan tidak terjadi krisis. Berbagai negara pun juga memutuskan untuk investasi hijau dan memulai proses dekarbonisasi.

Berbagai hal di atas menjadi dasar utama bahwa 2021 ini bisa menjadi awal yang sangat baik bagi penangangan perubahan iklim global. Menjadi harapan bersama, bumi yang kita tinggali ini bisa kembali sehat dan terhindar dari berbagai bahaya yang mengancam kehidupan yang ada di dalamnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *