Jogjakeren – Hingga bulan November 2020 ini, kasus penyebarluasan Covid-19 masih menunjukkan angka yang cukup tinggi, baik di Indonesia maupun global di seluruh dunia. Menghadapi hal ini, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengeluarkan Protokol Pedoman Perubahan Perilaku Penanganan Covid-19 di Indonesia.
Pedoman ini telah diupdate pada bulan Oktober 2020 dan disebarluaskan untuk dipahami oleh masyarakat. Dengan pedoman ini, diharapkan penanganan Covid-19 di Indonesia bisa mengarah kepada yang lebih baik lagi.
Sementara itu, meskipun angka penderita Covid-19 yang sembuh semakin besar, namun kasus Covid-19 masih dalam angka yang cukup tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat harus tetap bersama-sama memerangi pandemi Covid-19.
Perubahan Perilaku dalam Memerangi Covid-19 di Indonesia
Dalam pedoman yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19, dijelaskan bawa perilaku diartikan sebagai tindakan seseorang terkait dirinya maupun orang lain. Terdapat beberapa perubahan perilaku yang diharapkan dapat dilaksanakan oleh masyarakat, yaitu:
Perubahan Perilaku IMAN
Iman merupakan suatu keyakinan atau kepercayaan yang diyakini oleh seseorang atas Tuhannya. Untuk menangani Covid-19 ini, diperlukan keimanan yang kuat yang ada dalam diri setiap masyarakat.
Diharapkan pula masyarakat mampu memperkuat keimanannya, sehingga mampu mengatasi atau melawan pandemi dalam kondisi apapun. Keimanan dalam diri seseorang akan sangat berpengaruh terhadap kondisi tubuh orang itu sendiri.
Tak kalah penting, masyarakat juga harus yakin dan percaya bahwa pandemi Covid-19 ini merupakan musibah dari Tuhan. Dengan demikian, kita dapat mengambil berbagai hikmah di balik terjadinya pandemi ini.
Perubahan Pola Perilaku AMAN
Keimanan yang kuat selanjutnya akan mengarah kepada perilaku yang patuh terhadap segala protokol kesehatan yang telah ditetapkan dalam suatu wilayah. Perilaku seperti ini merupakan tindakan preventif atau pencegahan, sehingga penularan dan penyebarluasan wabah Covid-19 dapat diminimalisir.
Beberapa perilaku preventif dalam menghadapi pandemi Covid-19 di antaranya taat memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta rutin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.
Meskipun merupakan perilaku yang sederhana, namun hal ini terbukti sangatlah efektif dalam mencegah penularan Covid-19. Maka diharapkan masyarakat dapat menyesuaikan pola perilakunya sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan.
Perubahan IMUN
Perilaku preventif lainnya dalam mencegah penularan Covid-19 adalah dengan menjaga imunitas atau kekebalan tubuh. Tubuh yang sehat akan memiliki daya imun yang kuat, sehingga virus Covid-19 tidak akan mampu menginfeksi orang tersebut.
Maka untuk meningkatkan imunitas tubuh, dalam Pedoman Perubahan Perilaku diarahkan bahwa setiap masyarakat supaya istirahat yang cukup, olahraga yang teratur, tenang dan tidak panik, menghindari stres, serta mengonsumi makanan atau minuman yang sehat dan bergizi.
Pedoman Perubahan Perilaku dari Satgas Covid-19 ini lebih difokuskan pada peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan. Setiap masyarakat harus mau dan mampu melakukan perubahan perilaku menghadapi Covid-19, sehingga penularan Covid-19 dapat dicegah.





