Sleman, Jogjakeren.com – Bulan Agustus identik dengan berbagai kegiatan untuk menyemarakkan peringatan ulang tahun ke-79 Republik Indonesia. Indonesia telah melewati lebih dari ¾ abad dalam kemerdekaan. Tema “Nusantara Baru, Indonesia Maju” seolah menjadi pemantik baru yang menyuntikkan semangat kepada para generasi penerus bangsa. Senada dengan tema HUT Ke-79 RI kali ini, SMA IMBS Yogyakarta turut memeriahkan hari ulang tahun Indonesia ini dengan serangkaian kegiatan yang bermanfaat. Rangkaian kegiatan tersebut diawali dengan monitoring dan evaluasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) oleh Dikpora, memperingati HUT Pramuka ke-63, dan diakhiri dengan upacara Peringatan HUT Ke-79 RI pada 17/08/2024 lalu.
Sekolah Menengah Atas berbasis boarding school yang berada di bawah naungan Yayasan Bina Insan Karakter Indonesia (BIKIN) ini menerapkan pendidikan 29 Karakter Luhur yang digaungkan oleh DPP LDII. Selain itu, SMA IMBS juga menerapkan Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ). Sugiyarta, S.H., M.M. selaku pengurus yayasan menyatakan bahwa PKJ ini cocok dengan program pembinaan 29 Karakter Luhur tersebut.
Program Pendidikan SMA IMBS
“Sri Sultan ngersakaken (menghendaki) semua yang ada di Jogja ini berperan untuk ndadekake jalma kang utama (menjadikan generasi unggul yang utama). Ini cocok dengan program DPP LDII,” ungkap Sugiyarta.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Sekolah IMBS, Syaifulloh Ibnu Mukmin, S.S., menegaskan bahwa SMA IMBS tidak eksklusif sebagaimana pondok pesantren pada umumnya. SMA IMBS tetap memagari siswanya dalam pendidikan karakter, tetapi juga memberikan ruang pada siswanya untuk berinteraksi dengan masyarakat umum.
“Kami berupaya agar peserta didik nantinya juga dapat menghadapi masyarakat umum ketika sudah terjun ke masyarakat. Kemarin saat ada kerja bakti, lomba, dan tirakatan di kampung, anak-anak ini juga diikutsertakan,” jelas Ibnu.
Lebih lanjut, Ibnu menjelaskan bahwa sekolah ikut berperan menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada peserta didiknya. Di SMA IMBS, penanaman nilai-nilai nasionalisme terbagi menjadi dua. Pertama, dengan pembiasaan tata krama baik di lingkungan asrama, sekolah, maupun masyarakat. Kedua, dengan adanya pelajaran PKn dan Moderasi Beragama. Pelajaran Moderasi Beragama tidak hanya disampaikan pada saat KBM saja, tetapi juga disampaikan di asrama.
“Kami juga menanamkan prinsip bahwa segala sesuatu itu harus diusahakan. Termasuk nilai peserta didik yang ada di sini tidak hanya sekadar nilai tetapi mereka memang memperjuangkannya. Kalau memang harus remidi ya remedial. Itu adalah salah satu bentuk mereka berjuang,” tegas Ibnu kemudian.
Apresiasi dari Tokoh Masyarakat
Nilai-nilai nasionalisme yang telah diterapkan pada pendidikan di SMA IMBS mendapat dukungan dari Mulyono, Ketua RT 07 Nglempong Lor. Kegiatan kerja bakti yang telah terlaksana mendapatkan apresiasi karena siswa SMA IMBS membantu menjaga kebersihan lingkungan.
“Bahkan dari 3 bulan yang lalu, anak-anak ini sudah mulai membantu menjaga kebersihan lingkungan. Baik di jalan, di lapangan, bahkan sampai mengadakan kerja bakti. Itu membuat RT 07 Nglempong Lor menjadi nyaman, tentram, dan damai,” terang Mulyono.
Rangkaian kegiatan Peringatan Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia ini diharapkan tidak hanya sebagai sebuah seremonial. Membentuk karakter generasi bangsa, mewujudkan nasionalisme dan memotivasi peserta didik untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 harus menjadi tujuan utama.
Siswa SMA IMBS digadang-gadang menjadi orang yang berkarakter Indonesia. Mereka diharapkan dapat meneruskan tongkat estafet perjuangan para pahlawannya. Selain itu, mereka diharapkan memiliki karakter yang profesional dan religius sehingga dapat memiliki peran yang penting di masyarakat dan bermanfaat bagi manusia lain.





