Sleman, Jogjakeren.com – Dalam event Insan Prima Fair 2024 (IPF 2024) yang diadakan di Grha Instiper Yogyakarta, materi workshop Ibu Belajar diberikan kepada para wanita. Materi ini bertujuan agar wanita dapat mendidik anak-anaknya dengan ilmu parenting yang baik.
Di antaranaya bisa menerapkan 29 karakter luhur di tengah kehidupan yang semakin maju dan berkembang, begitupula dengan ilmu parenting yang semakin berkembang. Dihadiri 251 peserta mulai dari usia pra nikah, ibu muda, hingga ibu yang sudah berpengalaman, Sabtu (8/6/2024).
Mengambil tema “Membumikan 29 Karakter Luhur” materi tersebut dibawakan oleh Ratna Palupi, S.Si. seorang Home Educator and Fasilitator. Ratna ditemani partner Kasihani, S.E. yang juga sebagai Home Educator and Fasilitator. “Mendidik satu ibu sama dengan menyelamatkan satu generasi. Karena dia yang bertanggung jawab sebagai manager dalam rumah tangga. Maka yang harus banyak belajar adalah ibu, karena selalu berhadapan dengan anak setiap hari,” terang Ratna.

Dalam paparannya Ratna menerangkan alasan menerapkan 29 karakter luhur dalam mendidik anak. Penerapan ini sebagai bekal dan pondasi yang kuat dalam kehidupan generasi penerus, menjadikan generasi yang unggul, sebagai identitas diri (konsep diri) dan mencapai sukses dunia dan akhirat.
Membumikan 29 karakter luhur bisa diterapkan dengan cara banyak berbincang dan berinteraksi positif di dalam keluarga. Hal ini bisa dilakukan dengan membiasakan dalam kegiatan keseharian dengan cerita dan pemberian nama karakter luhur. Serta dengan adanya role model yang bisa menjadi inspirasi di dalam menerapkan 29 Karakter Luhur. Kuncinya adalah kedekatan di dalam keluarga, dalam hal tersebut peran orang tua baik ibu ataupun ayah sangat memengaruhi.
Peran Ibu dalam Menanamkan 29 Karakter Luhur
Peran orang tua dalam membumikan 29 Karakter Luhur bisa dilakukan dengan banyak hal. Contoh penerapannya yaitu memberikan teladan, menciptakan ruang aman dan nyaman untuk anak-anak, menerapkan fungsi kontrol, pada usia 0-7 tahun mengarahkan, jika sudah berumur 7 tahun ke atas bisa menjadi teman diskusi dengan anak.
Ratna berharap setelah talkshow ini, para ibu bisa menerapkan ilmu yang sudah didapatkan. Karena ibu harus terus belajar, menaikkan kapasitas dirinya dan alasan paling kuat karena ibu adalah pendidik nomor satu untuk anak-anaknya dan keluarganya.
“Bagi remaja yang di dalam keluarganya belum menjumpai keilmuan parenting seperti saat ini, generasi penerus harus menyadari bahwa kita perlu berfikir dewasa, berani untuk berbuat, berani untuk menjadi pelopor yang bisa menciptakan sesuatu hal yang baru untuk dirinya sendiri agar menjadi lebih baik dengan harapan bisa membentuk generasi penerus yang lebih baik,” tutur Ratna.
Ratna mengungkapkan acara ini sangat seru karena bisa belajar merendahkan ego, bisa saling berbelanja inspirasi dari pengalaman-pengalaman orang lain dan belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Ia berharap acara ini bisa dirutinkan supaya keilmuan ini bisa terus diterima oleh siapapun dan dari kalangan manapun.





