Sleman, Jogjakeren.com – Remaja putri LDII dari beberapa kapanewon mengikuti lomba masak “Cipta Rasa” di event Insan Prima Fair 2024. Acara tersebut merupakan tindak lanjut dari cooking class yang diadakan di beberapa wilayah Sleman dan Kota Madya sebelumnya, Sabtu (8/6/2024).
Dengan menghadirkan dua juri dalam lomba masak “Cipta Rasa” yaitu Yudanta Ari Widodo, Amd.Par. seorang Pastry Chef di Sheraton Hotel Yogyakarta dan Dra. Hj. Ninik Cahyani pemilik dari Manonbaaa Kitchen untuk menilai.
Pertama Chef Ari memberikan arahan bagaimana cara memilih ikan segar dengan ciri-ciri mata ikan yang berwarna merah, sirip rapi terbalut lendir dan warna insang yang masih merah. Selanjutnya Chef Ari melanjutkan dengan demo memasak salad ikan nila.
Kemudian remaja putri dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mewakili kapanewonnya, tiap kelompok diberi kebebasan memasak olahan ikan nila sesuai dengan tema masakan modern berbahan dasar ikan nila.
Panitia memberikan waktu 95 menit untuk memasak, “Saya menyaksikan dari tampilan masakan dan presentasi dari tiap kelompok sudah bagus semua dan sudah memenuhi syarat untuk dikomersilkan,” ujar Chef Ari.

Beberapa nama masakan yang disajikan yaitu Nila Salted Egg, Grilled Tilapia With Mix Vagetables With Spiced Grated And Coconut, Fried Tilapia With Mushroom Sauce, Fish Cordon Bleau With Marshed Potato Mushroom Sauce and Mesclun Salad, Ikan Nila Asam Pedas dan Balinese Tilapia.
Melihat bakat dari seluruh peserta Chef Ari mengarahkan peserta untuk bisa mengembangkan potensi yang mereka miliki. “Jika ingin menuju dunia profesional kerja maka carilah lembaga untuk menunjang bakat tersebut dan jika ingin berbisnis maka harus belajar mendalami bisnis kuliner,” pungkas Chef Ari.
Ninik juga memberikan tanggapannya tentang lomba masak yang sangat menarik bagi anak muda. Kegiatan ini bisa menambah wawasan tentang kuliner serta melatih kekompakan peserta sehingga bisa berkembang menjadi bisnis kuliner dari semenjak masih muda untuk melatih kemandirian sejak masih remaja.
“Untuk generasi muda apabila ingin melanjutkannya bisnis kuliner harus benar-benar fokus dan tekun dalam menjalaninya. Modal memang perlu namun mempersiapkan mental jauh lebih penting, selanjutnya tentukan target pasar dan buatlah masakan yang enak dan tetap mempertahankan kualitas,” ujar Ninik yang telah berpengalaman selama 5 tahun membuka usaha kuliner tersebut.
Dengan adanya acara ini Chef Ari dan Ninik berharap remaja putri bisa menekuni bakat dan potensinya dan juga bisa menerapkan salah satu 29 karakter luhur yaitu benar, kurup dan janji sebagai generasi yang mandiri.





