Wujudkan Generasi Berkualitas, MDT Bina Insan Prima Gelar Seminar Parenting

MDT Bina Insan Prima
Narasumber dan peserta foto bersama usai acara seminar parenting yang diselenggarakan MDT Bina Insan Prima, Sabtu (10/2/2024).

Sleman, jogjakeren.com – Pengurus  Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Bina Insan Prima menggelar seminar parenting di Masjid Baitul Aziz Surokerten, Selomartani, Kalasan, Sleman pada Sabtu (10/2/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk memberi bekal kepada para orang tua agar dapat mewujudkan generasi yang berkualitas.

Acara ini diikuti pengurus MDT Bina Insan Prima, para orang tua yang memiliki anak usia pendidikan sekolah di wilayah Surokerten, Selomartani, dan para undangan.

Parenting berasal dari kata parent dalam bahasa Inggris yang berarti orang tua. Sedangkan tambahan ing memiliki arti sedang melakukan sesuatu. Menurut American Psychological Association (APA), parenting merupakan pola pengasuhan anak oleh orang dewasa, yang bertujuan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan anak, mempersiapkan anak agar tumbuh menjadi orang yang produktif dan mewariskan nilai-nilai budaya.

Read More

Pengertian umum, parenting adalah ilmu atau cara mengasuh, membimbing, dan mendidik anak agar menjadi pribadi yang mandiri. Parenting mencakup banyak aspek yang mendukung perkembangan emosi, fisik, intelektual, hingga spiritual anak.

Di hadapan seluruh peserta, Atina Catur Fauziati, S.Pd., seorang Founder Komunitas “Ibu Belajar” menyampaikan bahwa pola pengasuhan orang tua bisa berpengaruh pada pendidikan anak, sehingga orang tua harus memperhatikan pola pengasuhan yang diterima anaknya, baik dalam lingkungan rumah, lingkungan pengajian, maupun lingkungan sekolah.

“Mewujudkan anak yang berkualitas adalah peran utama orang tua, yang mana semua anak akan meniru perilaku yang orang tua lakukan. Dengan demikian, maka sebagai orang tua harus memberikan contoh yang baik untuk anak-anaknya,” ungkapnya. Ditambahkan lagi, “Menerima segala sikap dan perilaku yang anak miliki adalah kewajiban orang tua,” imbuhnya.

Pola asuh yang diterapkan orang tua ke setiap anak itu berbeda-beda tidak boleh disamaratakan karena anak-anak kita memiliki sifat dan karakter masing-masing yang mana setiap orang tua harus mengerti dan memahami sifat dan karakter tersebut.

Sunarti, seorang ibu yang menghadiri acara tersebut merasa puas dengan materi yang diberikan. “Acara ini sangat memberi manfaat tentang bagaimana pola asuh yang harus diterapkan ke anak kita,” tuturnya. “Membuat anak untuk peka terhadap lingkungan itu sulit tetapi peran orang tualah yang harus menjadi garis terdepan dalam mendidik anak-anaknya,” tambah Sunarti.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *