Apakah Gingivitis dan Periodontitis Itu Sama?

Gingivitis dan Periodontitis
Apakah Gingivitis dan Periodontitis Itu Sama?

Jogjakeren.com – Banyak orang menganggap gingivitis dan periodontitis adalah penyakit yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Keduanya memang sama-sama menyerang jaringan gusi, tetapi tingkat keparahan serta dampaknya terhadap kesehatan mulut berbeda.

Perbedaan Gingivitis dan Periodontitis

Gingivitis merupakan peradangan gusi tahap awal yang ditandai dengan kemerahan, pembengkakan, serta gusi mudah berdarah ketika menyikat gigi. Kondisi ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit yang parah, sehingga sering diabaikan. Jika ditangani dengan benar, gingivitis masih bisa sembuh total tanpa menimbulkan kerusakan permanen pada jaringan gusi maupun tulang penyangga gigi.

Sementara itu, periodontitis adalah perkembangan lanjut dari gingivitis yang tidak diobati. Pada tahap ini, peradangan sudah menyebar lebih dalam hingga merusak jaringan penyangga gigi, termasuk tulang rahang. Menurut Journal of Clinical Periodontology (2018), periodontitis merupakan salah satu penyebab utama kehilangan gigi pada orang dewasa di seluruh dunia. Dengan kata lain, periodontitis jauh lebih serius dibanding gingivitis karena dapat menimbulkan kerusakan permanen.

Read More

Pada gingivitis, tanda-tandanya antara lain gusi merah, bengkak, dan berdarah. Sedangkan pada periodontitis, gejalanya lebih kompleks, seperti gusi terlihat turun (receding gums), muncul kantong gusi berisi nanah, gigi terasa goyah, bahkan dapat menyebabkan perubahan posisi gigi.

Cara Mengobati dan Mencegah

Perawatan gingivitis relatif lebih sederhana. Beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  1. Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.

  2. Menggunakan benang gigi atau sikat interdental.

  3. Berkumur dengan obat antiseptik mulut.

  4. Menjalani scaling di dokter gigi untuk menghilangkan karang gigi.

Sedangkan penanganan periodontitis membutuhkan perawatan lebih intensif. Dokter gigi mungkin melakukan pembersihan mendalam (root planing), pemberian antibiotik, hingga tindakan bedah gusi pada kasus berat. Seperti yang dijelaskan oleh drg. Dwi Indah, Sp.Perio (Universitas Indonesia), “Periodontitis harus segera ditangani karena kerusakan jaringan yang terjadi tidak dapat pulih dengan sendirinya.”

Gingivitis dan periodontitis memang sama-sama berkaitan dengan kesehatan gusi, tetapi keduanya tidaklah sama. Gingivitis merupakan tahap awal yang masih bisa disembuhkan, sedangkan periodontitis adalah kondisi lanjut yang bisa berakibat fatal. Menjaga kebersihan mulut dan rutin memeriksakan gigi adalah langkah terbaik untuk mencegah keduanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *