Jogjakeren.com – Banyak orang menganggap gula aren lebih sehat dibandingkan gula pasir biasa. Bahkan, tak sedikit yang percaya bahwa gula aren bisa menjadi alternatif manis yang lebih aman bagi penderita diabetes. Namun, benarkah demikian? Berikut penjelasannya berdasarkan American Diabetes Association.
Kandungan Gula Aren dan Indeks Glikemik

Gula aren sering disamakan dengan coconut sugar atau gula kelapa. Salah satu keunggulannya adalah memiliki indeks glikemik (GI) lebih rendah, sekitar 35, dibandingkan gula pasir yang berkisar 60–65. GI rendah berarti gula lebih lambat diserap tubuh, sehingga lonjakan gula darah bisa sedikit lebih terkendali.
Meski begitu, bukan berarti gula aren bebas risiko. Ia tetap mengandung kalori dan karbohidrat yang setara dengan gula putih. Jadi, bagi penderita diabetes, efeknya tetap perlu diwaspadai.
Kandungan Nutrisi: Ada, Tapi Sedikit
Gula aren memang memiliki sedikit mineral seperti zat besi, seng, dan kalium. Sayangnya, jumlahnya sangat kecil sehingga tidak cukup signifikan untuk memberi manfaat kesehatan. Nutrisi penting tetap lebih baik diperoleh dari buah, sayur, atau makanan utuh lainnya.
Kandungan Fruktosa dan Kalori
Sama seperti gula tebu, gula aren juga mengandung fruktosa. Konsumsi fruktosa berlebih bisa berdampak negatif pada kadar gula darah dan kesehatan metabolik. Selain itu, kalori yang terkandung sama dengan gula biasa, sehingga tidak membantu dalam pengendalian berat badan bila dikonsumsi berlebihan.
Jadi, Apakah Gula Aren Aman untuk Penderita Diabetes?
Jawabannya: aman jika dikonsumsi dalam jumlah terbatas. Menurut American Diabetes Association, gula alternatif seperti gula aren tetap harus diperlakukan sama dengan gula biasa. Artinya, penderita diabetes tetap harus menjaga porsinya agar kadar gula darah tidak melonjak.
Gula aren memang punya GI lebih rendah dibanding gula pasir, tapi bukan berarti aman dikonsumsi tanpa batas. Bagi penderita diabetes, kuncinya adalah moderasi. Selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui batas aman konsumsi gula aren sesuai kondisi kesehatan masing-masing.***




