Begini Cara Isolasi Mandiri yang Baik dan Benar

isolasi mandiri
Ilustrasi Isolasi Mandiri di Rumah (Sumber: Liputan6.com)

Jogjakeren –  Lonjakan kasus Covid-19 mengakibatkan sejumlah rumah sakit rujukan penuh. Akhirnya puskesmas yang merupakan pelayanan kesehatan tingkat pertama bagi masyarakat tidak bisa merujuk dan harus memilih isolasi mandiri (isoman) sebagai pilihannya. Saat ini telah dilaporkan ratusan orang  meninggal dunia saat menjalankan isoman akibat terinfeksi virus Covid-19.

Isoman diperuntukkan orang yang telah terkonfirmasi positif dengan gejala ringan atau tanpa gejala, tidak ada penyakit komorbid, dan berusia di bawah 45 tahun. Sebelum melakukan isoman di rumah, orang dengan hasil tes positif Covid-19 harus berkonsultasi dengan dokter.

Sebelum isoman di rumah, hal yang perlu dipersiapkan antara lain :

1. Nomor Kontak Dokter

Setelah berkonsultasi, dokter akan memberi resep obat dan vitamin. Selain itu, biasanya dokter juga memberikan nomor kontaknya. Hal ini untuk mempermudah Anda berkonsultasi sehingga kondisi Anda terpantau. Bahkan dengan cara ini dapat menangkal berita hoaks yang beredar di media sosial.

Read More
2. Alat Kesehatan
  • Termometer. Berguna untuk mengecek dan mencatat suhu tubuh sendiri. Minimal dilakukan dua kali sehari pada waktu yang sama. Catat dan laporkan hasil suhu tubuh kepada dokter secara berkala.
  • Oximeter. Alat ini untuk memantau kadar saturasi oksigen dalam tubuh. Normal saturasi oksigen di atas 95 %. Apabila lebih rendah dari itu, segera kontak dokter dan rumah sakit.
  • Alat kesehatan lain yang disesuaikan dengan komorbid, misalnya pengukur tensi atau gula darah.

Jika tidak memiliki oximeter, perhatikan tanda-tanda bahaya pada tubuh Anda (emergency warning signs) :

  • Terasa berat saat menarik nafas;
  • Frekuensi tarik nafas lebih dari 20 kali per menit;
  • Dada terasa sakit, dan/atau batuk disertai sesak;
  • Demam yang tidak turun setelah mengonsumsi obat turun panas dan obat-obatan lain;
  • Bibir dan ujung jari berwarna biru atau ungu;
  • Tidak bisa makan dan minum.
3. Dukungan Keluarga, Komunitas, dan Teman

Jangan merasa malu atau takut untuk memberitahu keluarga, komunitas, dan teman-teman apabila terdiagnosis positif Covid-19 dan sedang menjalani isoman. Karena Anda akan membutuhkan bantuan langsung berupa makanan, obat-obatan, vitamin, dan transportasi.

4. Tas Berisikan Kebutuhan Darurat

Anda harus menyiapkan tas yang telah berisi barang-barang kebutuhan darurat apabila tiba-tiba harus ke rumah sakit, antara lain :

  • KTP dan fotokopinya;
  • Kartu BPJS dan fotokopinya;
  • Kartu berobat di RS langganan;
  • Baju ganti;
  • Peralatan yang bisa menemani selama di rumah sakit, seperti buku atau gadget.

Begini cara isoman yang baik dan benar :

1. Mengonsumsi Obat dan Vitamin Sesuai Resep Dokter

Konsumsilah obat sesuai rekomendasi dari dokter. Jangan mengonsumsi atau membeli obat sendiri hasil mengikuti dari obat penyintas Covid-19 yang lain. Jangan membeli antibiotik tanpa resep dokter.

Dianjurkan untuk minum vitamin, terutama vitamin C dan D namun jangan terus-menerus. Sumber vitamin yang utama tetap dari sayuran dan buah-buahan.

2. Menjaga Kebersihan Diri dan Lingkungan Sesuai Protokol Kesehatan

Penting sekali menjaga kebersihan diri saat isoman. Sebaiknya Anda mencuci pakaian dan peralatan makan sendiri. Jika tidak mampu melakukannya, perhatikan hal-hal berikut:

  • Orang yang membantu mencucikan baju atau peralatan makan harus selalu menggunakan sarung tangan dan masker;
  • Selesai mencuci, segera buang sarung tangan dan cuci tangan dengan sabun;
  • Jangan mengibas cucian baju dan seprai karena droplet akan menyebar.

Sampah yang dihasilkan dibuang ke dalam kategori sampah medis (berwarna kuning) dan harus dibuang setiap 12-24 jam. Selalu menyemprotkan desinfektan pada kantong sampah sebelum dibuang dan diangkut oleh petugas kebersihan serta menutup rapat kantong sampahnya agar isinya tidak berceceran.

3. Tetap Menjalankan Protokol Kesehatan

Selama isoman tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Selalu menggunakan masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan, serta menjaga kebersihan dengan menggunakan desinfektan. Lakukan juga ketika batuk dan bersin.

Gunakan masker ganda (masker medis dan dilapisi masker kain) baik untuk diri Anda dan anggota keluarga yang sehat.

4. Meningkatkan Kesehatan Diri dan Menjaga Keluarga Agar Tidak Tertular

Selain mengonsumsi obat dan vitamin, Anda sangat dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi.

Meski berada di rumah, penting berolahraga atau menggerakkan badan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Anda dapat melakukan olahraga ringan seperti lompat tali, lari-lari kecil, bersepeda statis dan lain sebagainya.

Berusahalah selalu berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi (±15-30 menit).

Usahakan tidak tidur bersama (pisah kamar) dengan anggota keluarga lain. Jaga jarak 1 meter dengan orang lain.

Sebisa mungkin hindari penggunaan AC. Selalu membuka jendela jika menggunakan kipas angin.

Mari jagalah diri dan keluarga Anda dari virus Covid-19 dengan tetap melakukan protokol kesehatan yang baik dan benar.

 

Sumber :

https://kawalcovid19.id/content/1931/cara-isolasi-mandiri-yang-benar

http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/dki-jakarta/protokol-isolasi-mandiri-covid-19

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *