Meningkatkan Kesadaran Gizi Bantu Perangi Covid-19

  • Whatsapp
kesadaran gizi
Ilustrasi kesadaran gizi melalui sayur-sayuran (Foto: pexels.com)

Jogjakeren – Makanan merupakan sumber nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Dengan mengonsumsi makanan, maka tubuh akan mendapatkan asupan nutrisi untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan. Namun, kesadaran gizi nampaknya masih rendah, khususnya di kalangan masyarakat Indonesia.

Padahal, pemahaman untuk memenuhi gizi sangatlah diperlukan dalam mewujudkan hidup yang sehat dan bahagia. Terlebih lagi, di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, tiap orang harus faham akan pemenuhan nutrisi bagi tubuh.

Bacaan Lainnya

Nutrisi yang berasal dari makanan akan sangat dibutuhkan dalam menjaga imunitas atau kekebalan tubuh, termasuk dalam menangkal virus-virus yang masuk ke dalam tubuh. Dengan nutrisi yang baik, maka metabolisme tubuh akan tetap seimbang.

Kekebalan tubuh pun akan terus standby dalam melawan patogen ataupun radikal bebas yang masuk ke tubuh. Maka, pemenuhan gizi sangat dibutuhkan oleh tubuh terlebih lagi dalam menghadapi masa pandemi seperti saat ini.

kesadaran gizi
Ilustrasi kesadaran gizi melalui sayur-sayuran (Foto: pexels.com)

Kesadaran Gizi Masyarakat Indonesia

Tanggal 25 Januari merupakan Hari Gizi Nasional, di mana diharapkan masyarakat Indonesia bisa semakin meningkatkan kesadaran akan pemenuhan gizi. Pada tahun ini, momentum Hari Gizi Nasional diperingati dalam situasi pandemi Covid-19.

Hal ini juga sekaligus menjadi penegas bagi setiap masyarakat Indoensia akan pentingnya meningkatkan pemahamaan akan pemenuhan gizi. Melalui pemenuhan gizi, maka tubuh akan semakin kuat dalam mencegah dan memerangi Covid-19.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS pada bulan Maret 2020, diketahui bahwa masyarakat Indonesia semakin baik dalam memenuhi kebutuhan nutrisi. Angka kekurangan konsumsi pangan di Indonesia pun juga terus mengalami penurunan.

Hal ini menunjukkan bahwa pemenuhan nutrisi semakin baik. Namun, apabila melihat pada angka stunting, khususnya pada balita di Indonesia, maka Indonesia masih harus terus berbenah diri.

Pada laman Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia LDII pada hari Gizi Nasional menerangkan bahwa kesadaran gizi masyarakat Indonesia masih dalam kategori rendah.

Standar WHO atas prevalensi stunting yaitu di bawah 20%, sementara itu pada tahun 2019 yang lalu, kasus stunting nasional masih mencapai angka 27,67%. Maka, kesadaran akan pemenuhan gizi masih menjadi isu yang harus diselesaikan oleh bangsa dan negara.

Penuhi Kebutuhan Gizi, Siap Hadapi Pandemi

kesadaran gizi
Ilustrasi pemenuhan gizi sebagai sumber nutrisi (Foto: pexels.com)

Dilansir dari CNN Indonesia, memenuhi keseimbangan nutrisi dalam tubuh sangat penting dalam menjaga kesehatan di masa pandemi Covid-19. Konsumsi makanan yang mengandung nutrisi-nutrisi tertentu juga sangat membantu dalam meningkatkan kekebalan tubuh.

Melalui buah-buahan dan sayuran hijau, tubuh kita akan mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang tinggi, yang akan sangat dibutuhkan dalam membangun kekebalan tubuh. Selain itu, buah dan sayuran juga mengandung antioksidan serta antiinflamasi yang sangat baik untuk imunitas tubuh.

Selain itu, kesadaran gizi juga harus tetap dipadukan dengan pola hidup yang sehat. Dengan demikian, semua aspek bisa saling bersinergi dalam membangun tubuh yang sehat dan imunitas yang kuat dalam melawan patogen dan menghadapi masa pandemi seperti saat ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.