Jogjakeren.com – Kebun bunga Amarilis Gunungkidul, akan mulai dipadati oleh pengunjung ketika awal bulan November. Pada awal bulan November seperti saat ini, bunga-bunga Amarilis yang ada di kawasan Kabupaten Gunungkidul akan bermekaran, sehingga akan terbentuk hamparan bunga Amarilis yang begitu memukau.
Bagi Anda yang ingin menikmati keindahan bunga Amarilis, Anda bisa berkunjung ke Gunungkidul, Yogyakarta. Lokasi kebun bunga yang khas ini juga sangat mudah untuk Anda temukan. Kebun Amarilis di Gunungkidul terletak di tepi jalan Wonosari – Jogja. Apabila Anda hendak menuju pantai ataupun Gunung Api Purba, maka Anda pasti akan melalui kebun Amarilis ini.
Keindahan yang ditampilkan dari ribuan tumbuhan Amarilis sangat memikat setiap mata yang memandangnya. Bunganya yang berwarna oranye segar terhampar begitu luas. Kawasan ini pun menjadi spot foto yang sangat diincar oleh wisatawan.

Pertumbuhan Bunga Amarilis Gunungkidul
Bunga ini merupakan bunga tropis yang umumnya kering. Maka dari itu, Gunungkidul menjadi salah satu kawasan yang sangat cocok untuk tumbuh kembang bunga Amarilis.
Ketika musim kemarau, tumbuhan dari bunga Amarilis ini akan mengering dan menyisakan umbinya, sehingga seakan-akan tidak ada tumbuhan di kawasan tersebut. Selama musim kemarau, umbi ini akan bertahan menyimpan calon tunas dan cadangan makanan.
Pada saat musim berganti menjadi musim hujan, tanah akan mendapatkan pasokan air yang melimpah dari hujan. Ketika curah hujan sudah semakin tinggi, umbi akan menumbuhkan tunas dan memunculkan daun dan batangnya.
Perubahan musim kemarau ke musim hujan terjadi sekitar bulan Oktober – November. Maka dari itu, tumbuhan ini akan berbunga dengan begitu indahnya sekitar awal bulan November.
Tumbuhan tersebut akan semakin besar hingga kemudian menghasilkan bunga-bunga yang begitu indah. Pada suatu kawasan dengan unsur lingkungan yang sama, tumbuhan akan menunjukkan pertumbuhan dan pembungaan dalam waktu yang relatif serempak.
Di Gunungkidul sendiri, kebun bunga Amarilis umumnya akan mulai bermekaran pada awal – pertengahan bulan November seperti saat ini. Kebun bunga Amarilis akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul.
Sejarah Kebun Bunga Amarilis Gunungkidul
Kebun bunga Amarilis ini awalnya hanya sebagai tanaman hias yang dimiliki oleh seorang warga setempat, yakni Sukadi. Dengan beberapa tanaman saja, Sukadi kemudian perlahan mengumpulkan umbi bunga Amarilis yang dianggap gulma oleh masyarakat.
Selain menanamnya di pekarangan rumah, Sukadi pun juga sering menjual bibit bunga ini di tepi jalan di dekat rumahnya. Namun demikian, penjualan dari bibit bunga tersebut sangatlah minim, sebab tanaman ini pun juga minim diminati.
Akhirnya pada tahun 2013, Sukadi bersama istri mengumpulkan umbi bunga Amarilis dari masyarakat sekitar dan menanamnya di pekarangan rumah. Setidaknya sejumlah 2 ton telah berhasil dikumpulkan dan ditanam di pekarangan rumahnya.
Atas jerih payahnya tersebut, setelah tahun pertama setelah penanaman, Kebun Bunga Amarilis Gunungkidul akhirnya bisa bisa berbunga dengan indahnya. Karena lokasinya yang sangat strategis, yakni hanya di tepi jalan utama Wonosari – Jogja, maka kebun ini segera viral.
Setiap kali bunga-bunga Amarilis di kebun ini bermekaran, pasti akan penuh dengan wisatawan. Kebun bunga Amarilis Gunungkidul ini pun juga terus dilakukan pengembangan, sehingga bisa menambah daya tarik wisatawan.





