Status Gunung Merapi Siaga, Senkom Rescue Sleman Beri Arahan Mitigasi Bencana

Gunung merapi
Pengarahan senkom rescue terkait mitigasi bencana gunung merapi, Senin (9/11/2020).

Jogjakeren.com – Status aktivitas Gunung Merapi saat ini terus meningkat, yang semula berada di level II atau waspada, sekarang menjadi level III atau siaga. Terkait kondisi ini, Senkom Rescue memberikan arahan mitigasi bencana Gunung Merapi yang dilakukan hari Senin, 9 November 2020, pukul 19.00 di Masjid Al Falah Garongan, Wonokerto, Turi, Sleman.

Adanya kenaikan level Gunung Merapi tentu mewajibkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terkait potensi bencana alam yang mungkin terjadi, dan selalu tetap mengikuti arahan dari petugas.

Untuk saat ini, wilayah yang berjarak 5 km dari puncak Gunung Merapi sudah dalam upaya dikosongkan, dan wilayah jarak 500 m dari sungai aliran lahar yaitu Kali Adem, Kali Boyong, Kali Krasak, diimbau agar tidak ada masyarakat yang melakukan kegiatan di sekitarnya.

Read More

Langkah Antisipasi Bencana

Adapun langkah-langkah antisipasi yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Menyiapkan berkas-berkas penting, seperti: Surat Tanah, Surat Ijazah, Buku-buku yang sekiranya penting (Buku Nikah), tanda pengenal (KTP, SIM, Paspor), dan KK. Ini semua supaya dijadikan satu ke dalam stopmap yang tertutup, sekiranya jika hujan masih tetap aman.

2. Menyiapkan tas siaga yang berisi pakaian yang sekiranya bisa memuat untuk satu keluarga, juga kelengkapan lain seperti uang tunai, kertas dan bolpoin, peluit, pisau lipat, telepon seluler dengan charger plus power bank, tali dan jas hujan.

3. Mengetahui titik kumpul evakuasi.

Apabila suatu saat nanti status Gunung Merapi benar-benar dinaikkan menjadi level Awas, maka yang harus dilakukan pertama kali adalah mengevakuasi ibu hamil, balita, lansia, dan difabel ke wilayah yang lebih aman, dan masyarakat berkumpul pada titik kumpul evakuasi.

Berkaitan dengan antisipasi bencana, warga Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Turi sendiri sudah ditentukan titik kumpul evakusi yaitu berada di Embung Kaliaji Sangurejo. Setelah itu akan dibawa ke pengungsian terakhir yaitu Pondok Pesantren Mulyo Abadi Mulungan.

Senkom juga mengimbau kepada warga LDII apabila suatu saat terjadi bencana, ketika mengungsi supaya selalu koordinasi dengan pengurus masjid. Apabila ada satu keluarga yang mengungsi di tempat lain, maka supaya memberitahukan posisinya kepada pengurus dan petugas Senkom agar nantinya dijemput dan dijadikan satu dengan warga lainnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *