Jogjakeren.com – Permasalahan stunting di Kabupaten Sleman terus menjadi pembicaraan untuk menjaga kualitas generasi di masa depan. Angka stunting di Kabupaten Sleman mencapai 8,92% pada tahun 2021 dan terus menurun di tahun 2022 hingga menyentuh 6,88%.
Persentase tersebut telah mencapai target pemerintah yaitu 14% di tahun 2024. Namun begitu, Bupati Kabupaten Sleman terus mengajak masyarakat untuk menekan lagi hingga mencapai 3% pada tahun 2025.
“Harapan saya, semua bisa bekerjasama untuk mengatasi stunting. Ini tidak hanya ditangani oleh pemerintah saja atau satu keluarga saja. Tapi siapapun harus peduli tentang pencegahan stunting,” tutur Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo, Bupati Kabupaten Sleman.

Menindaklanjuti hal tersebut, Perempuan LDII Kabupaten Sleman menyelenggarakan seminar khusus perempuan untuk mencegah stunting pada anak, Minggu (9/7/2023). Acara ini mengambil tema “Pemberdayaan Peranan Wanita dalam Penanggulangan Stunting pada Anak”.
“Meskipun angka stunting (di Kabupaten Sleman) terus menurun dan di bawah angka stunting target nasional, kami terus melakukan upaya penekanan angka stunting dengan edukasi mengenai pencegahan stunting pada anak,” kata Ketua Perempuan LDII Kabupaten Sleman, Hj. Wastuti, B.A.
Dalam hal ini, peran Bupati Sleman dengan Perempuan LDII Kabupaten Sleman dalam menggerakkan kesadaran dan edukasi masyarakat sangat penting. Dengan komitmen dan kerjasama yang kuat, Bupati Sleman berharap perempuan dapat mendidik anak menjadi generasi emas.
“Untuk mempersiapkan kualitas anak-anak ke depan , asupan gizi dijaga sehingga bisa lanjut ke generasi berikutnya,” pungkas Kustini.





