Cegah Perundungan, Santri MDT Al Fattah Kadirojo 2 Kalasan Dibekali Materi ‘Peace Training, Anti Bullying’

MDT Al Fattah Kadirojo 2 Bullying
Bidang BK MDT Al Fattah Kadirojo 2 Kalasan Ervina Husein, S.Pd. memberikan materi "Peace Training, Anti Bullying" kepada para santri MDT Al Fattah Kadirojo 2 Kalasan, Rabu (13/12/2023).

Sleman, jogjakeren.com – Bullying adalah tindakan agresif yang biasanya dilakukan seseorang untuk mengintimidasi atau mendominasi orang lain yang dinilai lebih lemah. Perilaku penyimpangan sosial ini dapat terjadi di mana saja, mulai dari lingkungan sekolah hingga lingkungan kerja.

Mengantisipasi tindakan bullying, MDT Al Fattah Kadirojo 2 Kalasan membekali para santri materi tentang bullying. Bidang Bimbingan Konseling MDT Al Fattah Kadirojo 2 Ervina Husein, S.Pd. memberikan materi berjudul “Peace Training, Anti Bullying”, Rabu (13/12/2023).

MDT Al Fattah Kadirojo 2 Bullying
Para santri antusias mendengarkan pemaparan pemateri.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada santri tentang upaya pencegahan perundungan/bullying. Materi yang dipelajari mencakup definisi, jenis-jenis bullying, dampak dan tindakan apa yang harus dilakukan jika menghadapi bullying.

Read More

“Jenis bullying bisa berupa physical bullying seperti memukul menendang dan menyakiti orang lain secara fisik. Kemudian verbal bullying seperti mengejek, mengolok-olok, memanggil dengan sebutan tidak menyenangkan dan cyber bullying melalui media sosial,” jelas Ervina.

MDT Al Fattah Kadirojo 2 Bullying
Poster stop bullying hasil karya santri.

Pembelajaran tentang bullying ini dilakukan secara interaktif dan apresiatif. Para santri usia kls 3-6 SD dengan penuh antusias menyampaikan pengalaman mereka.

“Beberapa santri pernah mengalami bullying verbal seperti diejek teman di sekolah. Tindakan yang harus dilakukan jika ada yang mengalami bullying adalah dengan melaporkan kepada orang dewasa, bisa kepada guru, orangtua dan yang lainnya,” jelas Ervina.

MDT Al Fattah Kadirojo 2 Bullying
Poster stop bullying hasil karya santri.

Agar para santri tidak menjadi pelaku bullying, pada kesempatan itu mereka diminta untuk membuat poster anti bullying.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *