Semarang, jogjakeren.com – Membuat keputusan bukanlah suatu perkara mudah, terlebih bila hal tersebut berdampak pada banyak orang. Memasuki usia remaja, mulai dihadapkan dengan masalah yang kemudian dibutuhkan pengambilan keputusan yang tepat melalui pertimbangan yang matang.
Kondisi tersebut mendorong Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Bina Khoirul Insan (BKI) Semarang mengadakan Seminar Cendekiawan 2023 dengan tema “Bijak Dalam Mengambil Keputusan” pada Sabtu (21/10/2023). Seminar menghadirkan keynote speaker Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sekaligus reviewer LPDP Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU.
Seminar diikuti santri PPM BKI Semarang dan remaja LDII se-Kota/Kabupaten Semarang, dengan total peserta sebanyak 150 orang. Kegiatan berlangsung di Gedung Serba Guna Desa Ngesrep, kompleks PPM BKI Semarang.
Seminar dimulai dengan pembukaan oleh MC Yusa, S.T. santriwan PPM BKI Semarang sekaligus mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro. Dilanjutkan dengan sambutan dari Wakil Ketua Pengurus PPM BKI Semarang Sukadi, S.F., Apt. sekaligus membuka Seminar Cendekiawan 2023.

Antusias peserta sangat tinggi terlihat saat melakukan Focus Grup Discussion (FGD) di mana mereka dibagi beberapa kelompok dan mendapatkan kasus yang berbeda setiap kelompoknya. Adapun pembagiannya disesuaikan dengan usia sehingga lebih relate terhadap kasus yang dibahas.
“Kegiatannya menarik, seru, banyak banget yang bisa kami ambil ilmunya, apalagi membahas kasus yang complicated dan related banget dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ardila salah satu peserta Seminar Cendekiawan 2023.
Berfokus pada pengambilan keputusan yang bijak, Seminar Cendekiawan 2023 ini memiliki makna mengevaluasi dampak untuk merencanakan masa depan. “Menurut saya manfaatnya membuka wawasan bagi santri PPM BKI karena di acara ini membantu kami dalam mengambil keputusan yang bijak, apalagi pembicaranya yang luar biasa keren, tahun depan diadakan lagi ya,” kata Ryan, salah satu santriwan PPM BKI Semarang.
Dalam paparannya, Atus yang juga Ketua DPW LDII DIY berpesan kepada peserta seminar yang merupakan generasi muda, “Mumpung masih muda, itu artinya rumus matematikanya muda sama dengan kuat, mikirnya kuat, fisiknya kuat, kemudian waktunya longgar dan masih dibiayai orang tua,” paparnya.
Atus menambahkan, tingkatan kuat paling bagus adalah strength, sehingga generasi muda harus bisa menghasilkan sesuatu. “Mumpung masih muda gunakan waktu dengan bijak, karena menggunakan waktu optimal juga akan habis dan akan tua, tidak digunakan untuk apa-apa ya waktu juga akan tua,” jelas mantan Dewan Syura Muslim Student Association Japan (MSAJ) 2013.
Seminar Cendekiawan 2023 diharapkan bisa memberikan manfaat untuk generasi penerus LDII khususnya di Semarang Raya.





