Filosofi Wayang: Empat Pegangan Hidup Petruk

petruk dadi ratu
Ilustrasi Petruk Dadi Ratu, cr: Pinterest

Jogjakeren.com – Endraswara dalam bukunya bertajuk “Petruk Dadi Ratu” menyebutkan bahwa dalam lakon Petruk Dadi Ratu yang dimainkan Dalang Ki Hadi Sugito, menurutnya ada empat hal yang tidak boleh hilang salah satu dan harus dimiliki manusia. Petruk menasihati kepada bendara bahwa selama manusia masih hidup perlu memegang teguh empat hal tersebut.

Empat Pegangan Hidup Petruk

  1. Kepandaian (wasis)

Kepandaian sama dengan wasis yaitu manusia dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

  1. Kerajinan (trengginas)

Kerajinan sama dengan temen, bersungguh-sungguh, suka bekerja, serius, jujur, ulet.

Read More
  1. Budi baik

Berbudi baik dapat diwakili dengan sifat susila anor raga artinya berbuat susila rendah hati.

  1. Kesehatan

Manusia harus sehat, baik sehat jasmani juga rohaninya.

Jika empat hal di atas hilang salah satu maka akan menimbulkan kesengsaraan. Gambarannya seperti, ada manusia dibawah kepemimpinan Petruk, ia pandai, budi baik, rajin, tetapi tidak sehat, maka dianggap tidak baik. Ibarat seperti jam tanpa jarum penunjuk, tidak mampu menunjukkan waktu. Manusia juga seperti itu, contohnya dia pegawai, sering ijin karena sakit. Kalaupun dia masuk, kerjanya menjadi tidak optimal.

Begitu pula, menurut Petruk manakala bawahannya itu pandai, rajin, sehat, tetapi perilakunya tidak baik maka akan menjadi sebuah kerusakan. Perilaku itu disebut patrap. Patraping agesang itu dalam pandangan Petruk harus berperilaku mulia, jangan sampai jatuh ke dunia hina, dan bertindak dengan bersih.

Petruk juga menggariskan, bila pandai, budi baik, sehat, tetapi malas sama saja dengan orang jahat dan tukang melamun.  Orang pemalas itu seperti seorang pemimpi, membayangkan dapat uang banyak tetapi lupa untuk berusaha.

Suatu hal juga akan runtuh, jika pandai, baik, sehat, tetapi bodoh. Menghadapi orang bodoh lebih susah. Mau tidak marah tapi kok hati pegal. Mau marah tapi juga kasihan.

Meski begitu, menurut Petruk masih untung bertemu dengan orang bodoh daripada orang jahat. Setidaknya, orang bodoh itu penurut.

Dengan berpegang pada empat hal tersebut, Petruk merasa bahwa negaranya bisa lebih makmur, dan semua bisa berjalan secara proporsional.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *