Gali Inspirasi Program Pengembangan Desa, Mahasiswa KKN PPM UGM 2024 Kunjungi Kampung ProKlim Sangurejo

KKN UGM Natar
Mahasiswa KKN PPM UGM Natar 2024 mengunjungi kampung ProKlim Sangurejo untuk menggali program pengembangan desa, Sabtu (9/12/2023).

Sleman, jogjakeren.com – Tim pengusul Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) UGM mengunjungi Kampung Sangurejo, Kalurahan Wonokerto, Kapanewon Turi, Sleman, Sabtu (9/12/2023). Kunjungan ini dalam rangka mencari inspirasi dan menggali ide tentang rancangan program pengembangan desa untuk mendukung pelaksanaan KKN UGM Periode 2 2024 mendatang di Kabupaten Natar, Lampung Selatan.

Program KKN-PPM merupakan bentuk pendidikan dengan berbekal praktik langsung mahasiswa untuk belajar melalui identifikasi potensi dan penyelesaian permasalahan di masyarakat. Selain bertujuan untuk memberikan kesempatan mahasiswa dalam mengabdi pada negara, program ini bertujuan pula untuk mengembangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sasaran.

Tim pengusul bersama dosen pembimbing lapangan (DPL) KKN-PPM UGM Natar, Lampung Selatan, Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU. melakukan studi lapangan, observasi, dan diskusi bersama mengenai program pengembangan desa yang telah berjalan di Kampung Sangurejo. Kampung ini telah dideklarasikan untuk menyukseskan Program Kampung Iklim (Proklim).

Read More

Menyandang desa wisata dan kampung pramuka, kampung inipun telah banyak dikunjungi berbagai kalangan pengunjung, baik yang sekedar berwisata, berkegiatan, hingga belajar dan diskusi bersama masyarakat setempat. Yang teranyar adalah Universiti Putra Malaysia dan Ethiopian Muslims Relief and Development Association (EMRDA).

Kampung dengan spot wisata air Embung Kaliaji ini berhasil mengembangkan konsep desa yang mendukung adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim. Berbagai program telah diterapkan seperti optimalisasi pekarangan dengan vegetasi tutupan hijau, konsevasi energi terbarukan melalui penggunaan solar panel, penerapan water recycling, hingga pengolahan limbah daun dan sisa kulit buah untuk membuat kerajinan ecoprint.

KKN PPM UGM Natar
Display kerajinan ecoprint yang dijual sebagai oleh-oleh

Kini ecoprint berupa kain hingga tumbler dan mug ini dijadikan oleh-oleh pengunjung dengan harga jual yang sangat potensial. Pengembangan potensi sumber daya alam lokal berkolaborasi dengan modal sosial masyarakat setempat merupakan kunci keberhasilan pengembangan desa.

Melalui kunjungan ini, mahasiswa KKN PPM UGM diajak berinteraksi langsung dengan masyarakat dan berkeliling melihat penerapan program yang ada. Selaku DPL, Atus yang mengampu di Fakultas Kehutanan UGM sekaligus menjelaskan pula nilai-nilai yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan agrowisata maupun Kampung ProKlim. Mulai dari sisi pertanian, teknis, hingga sisi sosial ekonomi dan hukum yang berlaku di dalam masyarakat.

Mahasiswa diimbau untuk bisa menggali keragaman potensi yang terdapat di lokasi KKN nantinya dan dapat mengadaptasi program kerja yang sekiranya potensial untuk dikembangkan. Antara lain pengembangan pembangkit listrik tenaga mikro hidro bagi wilayah yang memiliki potensi mata air berlimpah, legalisasi kelompok masyarakat, hingga pengembangan local homestay untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus pelibatan peran aktif masyarakat dalam membangun desa.

Selama proses mengobservasi Kampung Sangurejo, mahasiswa tidak hanya dijelaskan mengenai keberhasilan yang tercapai, akan tetapi juga permasalahan dan hambatan yang dialami.

“Kami diberi tahu bahwa dalam pengembangan desa di berbagai lokasi memang permasalahan pemilahan dan pengolahan sampah masih menjadi salah satu tantangan yang cukup sulit diselesaikan. Masyarakat masih sulit untuk membiasakan pemisahan antara sampah organik dan anorganik.

Menanggapi hal itu, kami diarahkan untuk senantiasa mencari alternatif solusi dalam mengajak masyarakat agar setiap program, khususnya manajemen pemilahan dan pengolahan sampah ini bisa dijalankan dengan baik,” tutur Ulin Nuha Dyah Wulandari, salah satu tim pengusul KKN PPM UGM Natar 2024.

Kegiatan bimbingan penyusunan program kerja KKN PPM UGM ini memberikan banyak pengetahuan baru. Para mahasiswa menjadi lebih mengetahui mengenai kondisi riil pengembangan desa serta berbagai potensi dan permasalahannya. Melalui kegiatan ini Atus mengharapkan mahasiswa KKN dapat memperoleh berbagai inspirasi guna memunculkan berbagai ide program kerja KKN yang unggul dan tepat untuk diterapkan di lokasi KKN nantinya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *