Gapura Kampus LDII Sleman, Masa Muda Harus Mematok Cita-Cita

LDII
PPG Insan Mulia bekerja sama dengan DPD LDII Kabupaten Sleman menggelar Gapura Kampus, Senin (28/2/2022)

Jogjakeren.com – Bertepatan peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW pada 28 Febuari 2022, Penggerak Pembina Generus (PPG) Insan Mulia bekerja sama dengan DPD LDII Kabupaten Sleman menggelar Gapura Kampus. Acara webinar dan talk show tersebut digelar untuk mendorong para siswa melanjutkan pendidikan di jenjang perkuliahan.

“Kenapa kuliah penting? Orang tua saya buta huruf. Ibu saya buta huruf. Bapak saya lulusan kelas 2 SD. Motivasi itu internal. Direncanakan diri sendiri. Merencanakan masa depan itu urgent, karena itu sampai akhir hayat,” ujar Subardi, S.T., M.T., Ph.D. selaku pembicara dalam dalam webinar tersebut.

Subardi menjelaskan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk menggapai cita-citanya. Semua orang bisa menjadi apa saja yang ia inginkan. Semuanya tergantung kemauan.

Read More

“Jika waktu itu saya berpendapat kuliah karena (latar belakang) orang tua, tidak. Saya bukan anak pintar. SD rangking 17, SMP rangking 20, STM ranking 20-an juga. Waktu itu saya banyak membantu orang tua. Saya punya cita-cita jadi insinyur, tapi dengan keadaan finansial yang tidak support,” terang dosen di Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) tersebut.

Sesi Pemaparan Materi oleh Subardi, S.T., M.T., Ph.D.

Selain motivasi, Subardi juga memberikan berbagai informasi mengenai kampus perguruan tinggi, jenjang perkuliahan, jalur masuk, hingga beasiswa ia paparkan secara lengkap.

Sesi kedua Gapura Kampus merupakan sesi talk show untuk sharing bersama narasumber dari latar belakang yang berbeda. Mereka dihadirkan untuk berbagi cerita pada para siswa, calon mahasiswa, dan perwakilan orang tua yang tersebar di 45 titik.

“Meskipun tujuan di dunia adalah ibadah, Allah dan rasul juga memerintahkan mempersiapkan dunianya. Ketika sudah lulus sekolah, lanjut kuliah. Untuk mencari maisyah, semua perusahaan di dunia butuh orang-orang yang berpendidikan tinggi. Ketika berkeluarga, memiliki keturunan, ilmu di sekolah, kuliah, untuk mendidik anak-anak nanti,” ujar Evan Sulaiman, S.T. ketika menjawab pentingnya kuliah dalam talk show tersebut.

Evan yang merupakan tenaga pendidik di Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Yogyakarta tersebut juga memberikan banyak informasi mengenai PPM. PPM sendiri merupakan lembaga pendidikan yang dikelola oleh LDII. Di PPM, para mahasiswa akan dibina layaknya di pesantren tanpa mengganggu perkuliahan.

Pemaparan Materi oleh Subardi, S.T, M.T, Ph.D

Syifa Kusuma Wardani, S.Si. yang juga merupakan santri PPM Yogyakarta menjelaskan bahwa PPM memberikan manfaat yang banyak untuk mahasiswa. “Manfaatnya pol, ngaji dapat ilmu, dapat pahala, saling membantu dan mengingatkan sehingga terjaga dari pergaulan bebas. Beberapa kampus di Jogja juga memiliki pilihan prodi yang banyak,” ujar tenaga pendidik SMA Insan Mulia Boarding School.

Mahasiswa berprestasi Kemenkes 2021 Rahma Sabila juga memberikan tips berorganisasi dan time management. Ia menjelaskan bahwa organisasi itu penting untuk mengembangkan soft skills diluar bidang perkuliahan.

“Pilihlah organisasi yang sesuai minat dan passion, setelah itu kerahkan seluruh kemampuan agar mendapat banyak ilmu dari organisasi tersebut. Beri prioritas dalam kuliah, organisasi, dan pengurus. Time management butuh terjun langsung. Manfaat ikut organisasi itu dapat mengutamakan mana yang harus diutamakan. Jangan jadi anggota saja,” ujar Rahma dalam talkshow tersebut.

Di akhir webinar yang diadakan di studio utama Masjid Mulyo Abadi Mulungan tersebut, Subardi menjelaskan hambatan terbesar berasal dari diri sendiri. Masa depan harus direncanakan sebaik-baiknya. Masa muda harus mematok cita-cita. Tidak merencanakan masa depan sama dengan merencanakan kegagalan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *