Jogjakeren.com – Persinas ASAD Kabupaten Gunungkidul menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) sabuk hijau strip kuning dan sabuk kuning di Sumberjo, Karangmojo, Gunungkidul. Rangkaian UKT dilaksanakan selama dua hari, yakni Sabtu – Minggu (17 – 18/12/2022).
Sejumlah 122 pesilat Persinas ASAD dari berbagai kapanewon di Gunungkidul mengikuti UKT tersebut. Dari total peserta, Persinas ASAD Gunungkidul meluluskan 100 pesilat dengan sabuk hijau strip kuning, dan 22 pesilat sabuk kuning.
Rangkaian acara UKT diisi dengan berbagai ujian praktek jurus dan ujian fisik pesilat. Hal ini ditujukan untuk mengetahui kemampuan pesilat, baik dalam mempraktekkan jurus, maupun dari segi kemampuan fisik para pesilat, sehingga pembinaan dapat dilanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pelaksanaan UKT juga mampu menjadi ajang yang sangat baik dalam menjaring pesilat yang berpotensi. Dengan demikian, pesilat yang dipandang memiliki potensi yang baik dapat dibina lebih intensif agar mampu menjadi pesilat yang berprestasi.

Dewan Pembina dan Ketua Pengurus Persinas ASAD Gunungkidul Berikan Dukungan Bagi Pesilat
Di akhir acara, Dewan Pembina Persinas ASAD Kabupaten Gunungkidul, Drs. H. Sudiyarto M.Acc. memberikan motivasi bagi para pesilat yang mengikuti UKT.
“Sebagaimana orang yang makan, kekuatan harus dilatih sedikit demi sedikit, sehingga kekuatan tubuh dapat terlatih dan terbentuk semakin baik,” jelas H. Sudiyarto.
Ia juga menyampaikan harapannya kepada para pesilat. “Kita supaya berlatih dan berupaya menjadi pesilat berprestasi yang baik dan sportif, sehingga bisa memberikan sumbangsih terbaik bagi bangsa dan negara,” terang H. Sudiyarto.

Ketua Pengurus Persinas ASAD Kabupaten Gunungkidul, Budi Santoso, S.Pd.I. mengapresiasi antusiasme para pesilat dari berbagai kapanewon untuk mengikuti acara UKT.
“Ini menjadi pencapaian yang luar biasa. Dibandingkan dengan kabupaten lain di DIY, peserta UKT Persinas ASAD Kabupaten Gunungkidul paling banyak, 122 pesilat,” jelas Budi Santoso.
Ia juga menyampaikan harapannya kepada para pesilat untuk terus berlatih dalam menghadapi UKT selanjutnya maupun menghadapi event kejuaraan yang akan datang.
“Harapan ke depan semoga para pesilat tetap terus berlatih untuk menghadapi UKT di tahun 2023. Selain itu, diharapkan pula para pesilat bisa terus berlatih untuk menghadapi event-event yang akan dilaksanakan oleh IPSI, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, maupun intern Persinas ASAD,” pungkas Budi.
Persinas ASAD Gunungkidul berharap bisa turut mencetak atlet pencak silat yang profesional religius yang mampu berprestasi di berbagai tingkat. UKT Persinas ASAD Gunungkidul ini menjadi salah satu langkah awal yang akan terus dilanjutkan melalui pembinaan selanjutnya.





