Generasi Muda Diminta Tak Berlindung di Balik Ungkapan “Aku Nggak Apa-Apa”

SMA IMBS
Siswi SMA IMBS Yogyakarta, Arkan Queen Zhafira Firdaus memberikan edukasi kesehatan mental pada Kemah Santri Sako SPN DIY.

Gunungkidul, Jogjakeren.com – Duta Kesehatan Mental Nasional Batch 3 Regional DIY, Arkan Queen Zhafira Firdaus menjawab tantangan kesehatan mental yang dialami generasi muda saat ini. Hal itu ia sampaikan di hadapan ratusan peserta Kemah Santri Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN) DIY di Pondok Pesantren Al Hadi, Karangmojo, Gunungkidul, pada Sabtu (26/9/2026).

Queen mengatakan, tekanan era serba cepat dan tuntutan tinggi acap kali memaksa generasi muda memendam persoalan emosional demi terlihat kuat. Ia juga menyoroti kebiasaan generasi muda yang rentan terjebak dalam kondisi penyangkalan (denial) emosional.

“Pilihan untuk berlindung di balik ungkapan `aku nggak apa-apa` berpotensi menjadi ancaman psikologis yang sewaktu-waktu dapat meledak jika dipendam terlalu lama,” ujarnya yang juga siswi SMA Insan Mulia Boarding School (IMBS) Yogyakarta.

Read More

Dalam paparannya, Queen menyajikan metode refleksi berbasis metafora “aliran sungai”. Melalui metode ini, para peserta diajak membayangkan perjalanan hidup layaknya aliran sungai yang harus melewati rintangan batu, arus deras, hingga air terjun.

“Pendekatan ini diarahkan untuk berani berhenti sejenak, mengenali emosi yang dirasakan, dan belajar menerima keadaan (self-acceptance) tanpa rasa takut atau malu,” jelasnya.

Ia menyebut, generasi muda perlu paham hal mendasar untuk pembentukan ketahanan mentalnya. “Langkah awal untuk merawat diri dimulai dari keberanian untuk jujur dan mengakui kondisi emosional diri sendiri,” tutupnya.

Kehadiran Queen dalam ajang Kemah Santri Sako SPN DIY ini menjadi representasi peran aktif pelajar di ruang publik. Pihak SMA IMBS menegaskan bahwa keterlibatan siswanya pada ajang lintas lembaga merupakan buah dari kurikulum pendidikan yang tidak sekadar berfokus pada capaian akademik, tetapi juga penanaman kepedulian sosial, keberanian berkomunikasi, dan pematangan karakter kepemimpinan.

Perkemahan karakter yang dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) DIY, Ahmad Bahiej tersebut turut dihadiri jajaran pengurus Sako SPN, pengurus Kwartir Daerah (Kwarda) DIY dan tokoh masyarakat setempat. Peserta kemah santri terdiri atas santri usia SMP, SMA, dan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di DIY.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *