Hadapi COVID-19, Ribuan Warga Hadiri Pengajian Akbar Online LDII Sleman Timur

  • Whatsapp
Ustad Endri Sulityo OK mengisi pengajian akbar DPD LDII Sleman bertemakan “Syukur, Sabar, Tawakal dan Berprasangka Baik dalam Menghadapi Cobaan COVID-19”.
KH. Fais Ibrohim dan Ustad Endri Sulityo mengisi pengajian akbar DPD LDII Sleman bertemakan “Syukur, Sabar, Tawakal dan Berprasangka Baik dalam Menghadapi Cobaan COVID-19”.
KH. Faiz Ibrohim mengisi pengajian akbar online DPD LDII Sleman

Jogjakeren – Sekitar 4.000 warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan masyarakat di sekitar majelis taklim binaan LDII mengikuti pengajian akbar yang diselenggarakan secara online oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Sleman pada Senin malam, 10/8. Sejumlah 370 titik yang tersebar se-Sleman Timur menyimak dengan khusyuk pengajian akbar bertemakan “Syukur, Sabar, Tawakal dan Berprasangka Baik dalam Menghadapi Cobaan COVID-19”. Hadir sebagai penasehat KH. Faiz Ibrohim dan Ustad Endri Sulityo selaku pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Nur Azizah. Dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini, KH. Faiz Ibrohim meminta para jamaah supaya tetap bersyukur, bersabar, berprasangka baik, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Mari terus memperbanyak syukur, senantiasa bersabar dan tawakal. Tetaplah berhati-hati, jangan meremehkan, namun tidak perlu gelisah, cemas, panik dan ketakutan,” pinta KH. Faiz Ibrohim.

Bacaan Lainnya

Dalam upaya mendekatkan diri, KH. Fais Ibrohim mengajak ribuan jamaah pengajian untuk tertib dalam menunaikan ibadah wajib, memperbanyak dzikir, doa-doa perlindungan, dan ditetapkan dalam keimanan. Mempersungguh pula dalam berdoa pada waktu-waktu yang mustajab saat 1/3 malam yang akhir.

Ustad Endri Sulityo mengisi pengajian akbar DPD LDII Sleman bertemakan “Syukur, Sabar, Tawakal dan Berprasangka Baik dalam Menghadapi Cobaan COVID-19”.Sementara itu Ustad Endri Sulistyo menekankan kembali pentingnya berprasangka baik kepada Allah SWT. Sesungguh Allah SWT selalu berada di sisi persangkaan seorang hamba kepada-Nya. Jika berprasangka baik, maka akan bermanfaat baginya. Namun sebaliknya, apabila berprasangka jelek, maka memberatkan bagi dirinya.

“Adanya pandemi COVID-19 ini merupakan ujian dari Allah. Selain rasa takut atau khawatir seperti keadaan sekarang ini, Allah juga mencoba dengan kelaparan, kekurangan beberapa harta, diri dan buah-buahan. Namun Allah akan selalu membersamai hambanya. Untuk itu, ketika memiliki pemikiran, maka persangkaannya supaya yang baik. Cobaan ini dihadapi dengan sabar dan tawakal, disamping berusaha berobat sampai sembuh dan sehat,” jelas Ustad Endri.

Bersabar atas segala sesuatu yang menimpa merupakan perkara yang harus ditetapi sesuai dengan nasehat Lukman Al Hakim kepada anaknya pada jaman dahulu. Cobaan ini untuk membuktikan kesungguhan iman, ketakwaan dan kesabaran orang iman sesuai QS. Ankabut (2-3), QS. Ali Imron (186), dan QS. Baqoroh (155).

Kondisi salah satu titik peserta Pengajian Akbar Online di Kecamatan Depok
Kondisi salah satu titik peserta Pengajian Akbar Online di Kecamatan Depok

Selain upaya-upaya tadi, warga masyarakat diminta pula untuk menjaga kesehatan dengan berperilaku hidup bersih dan sehat, berolah raga, menjaga pola makan yang sehat, istirahat yang cukup, dan minum suplemen bila diperlukan. Dalam Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) agar membiasakan diri untuk mematuhi protokol kesehatan sesuai petunjuk pemerintah seperti: selalu memakai masker, menjaga jarak lebih dari 1 meter, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer. Apabila terpaksa berjabatan, maka agar sering mencuci tangan dan tidak perlu memaksakan diri untuk berangkat ke masjid bila merasa demam.

Adapun warga masyarakat yang tertimpa musibah berupa kesulitan ekonomi, usahanya bangkrut, kekurangan pangan agar lebih berhemat dan bekerja keras (mujhid muzhid) sambil berusaha mencari jalan keluar dan banyak berdoa agar diselamatkan dan mendapatkan pertolongan-Nya. Kerukunan, kesetiakawanan, saling membantu untuk meringankan kesusahan sesama warga yang memerlukan pun perlu digerakkan.

Bagi yang dicoba dengan sakit terkena COVID-19, bahkan hingga meninggal dunia, berarti mendapatkan keutamaan pahala sebagaimana orang yang mati syahid, karena meninggal dalam kondisi pagebluk (tho’un). KH. Faiz Ibrohim mengingatkan kembali bahwa kematian itu telah sesuai kehendak-Nya. Penyebabnya bermacam-macam sesuai QS. Al A’rof (34) dan QS. Nisa (78). Untuk itu, awali kala mendengar berita kematian dengan istirja’ dan mendoakan kepadanya sebagai hamba yang mati syahid dan mendapatkan derajat tinggi di surga. Kepada yang ditinggalkan semoga diberikan kesabaran. Aamiin.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 Komentar