Jogjakeren.com – Taukah kamu tanggal 28 April diperingati Hari K3 Sedunia? Seberapa pentingnya sih menerapkan K3 di tempat kerja? Langkah apa saja yang mendukung penerapan K3?
Setiap tahunnya, seluruh dunia memperingati Hari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Sedunia pada tanggal 28 April. Diusung situs resmi Organisasi Buruh Internasional (ILO), Hari K3 Sedunia 2023 mengusung tema “A Safe and Healthy Working Emvironment” atau artinya “Lingkungan Kerja yang Aman dan Sehat”.
Menurut ILO, setiap tahunnya terjadi 1,1 juta kematian dikarenakan penyakit atau kecelakaan akibat hubungan pekerjaan. Penyebab kecelakaan akibat kerja disebabkan karena 15% kondisi yang tidak aman, seperti lantai licin dan pengaturan barang atau alat. Sedangkan, 85% disebabkan oleh kesalahan manusia karena kelelahan atau kurangnya penguasaan pekerja terhadap pekerjaannya.
Mencegah kecelakaan akibat kerja tersebut, suatu perusahaan perlu menerapkan budaya 5R. Penerapan 5R ini akan menciptakan efisiensi, produktivitas, kualitas, dan keselamatan kerja dapat lebih mudah tercapai.
Apa sajakah 5R itu? Yuk simak penjelasan berikut!
-
Ringkas
Slogan dalam menerapkan budaya ringkas, yaitu singkirkan barang – barang yang tidak diperlukan di tempat kerja. Dengan artian lain, memilih barang-barang yang masih dibutuhkan dan menyingkirkan yang sudah tidak terpakai.
Pada poin ini, hal yang dapat dilakukan perusahaanmu, antara lain:
- Penjelasan guna penyeragaman pengertian.
- Kegiatan meringkas tempat kerja.
- Pemeriksaan berkata kondisi ringkas di tempat kerja.
- Pelembagaan ringkas dengan sistem piket.
-
Rapi
Prinsip pada poin adalah penyimpan fungsional dan menghilangkan waktu untuk mencari barang. Kita dapat meletakkan barang sesuai tempatnya sehingga mudah dijangkau saat diperlukan.
Berikut ini langkah-langkah dalam menerapkan budaya rapi ini sehingga kita selalu menemukan barang yang dibutuhkan.
- Pengelompokan barang.
- Penyimpanan tempat.
- Pemberian tanda batas.
- Pemberian tanda pengenal barang.
- Membuat denah atau peta penyimpanan.
-
Resik
Slogan dalam menerapkan budaya resik ini, yaitu bersihkan segala sesuatu yang ada di tempat kerja, membersihkan berarti memeriksa. Langkah-langkah dalam merapkan poin ini, antara lain:
- Penyediaan sarana dan prasarana kebersihan.
- Membersihkan dan meminimalisir dari semua kotoran, debu dan sampah.
- Memperbaiki barang yang sudah usang atau rusak.
-
Rawat
Rawat ini berarti mempertahankan tiga tahap sebelumnya (Ringkas, Rapi, Resik) dan komsisten melaksanakannya. Hal ini bertujuan untuk memelihara barang dengan teratur, rapi, bersih, dan dalam aspek personal serta kaitannya dengan polusi.
Adapun slogan rawat, yaitu setiap orang memperoleh informasi yang dibutuhkan di tempat kerja tepat waktu. Langkah-langkah yang dapat dilakukan, antara lain:
- Penentuan butir kendali.
- Penetapan kondisi tidak wajar.
- Rancangan mekanisme pemantauan.
- Pola tindak lanjut.
- Pemeriksaan berkala atau audit.
-
Rajin
Dalam hal ini, rajin berarti menjadikan setiap tahap sebagai kebiasaan pribadi yang menjalankan dengan disiplin. Slogan rajin, yaitu lakukan apa yang harus dilakukan dan jangan lakukan apa yang tidak boleh dilakukan.
Adapun langkah yang perlu dilakukan, antara lain:
- Mendisiplinkan diri untuk melakukan empat tahap sebelumnya (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat).
- Penetapan target Bersama.
- Teladan dari atasan.
- Peningkatan moral dan keterlibatan semua pekerja.
- Kesempatan belajar dari karyawan.
Dengan menerapkan budaya 5R tersebut, perilaku dan kondisi tidak aman dapat teridentifikasi dan dikendalikan sehingga menurunkan potensi kecelakaan kerja. Yuk terapkan budaya 5R di tempat kerjamu!





