Purwokerto, Jogjakeren.com – Sebanyak 20 orang pengurus takmir Masjid Baitul A’la, Banguntapan, Bantul, D I Yogyakarta bersilaturahmi ke pengurus takmir Masjid Baitul Ihsan Purwokerto Selatan. Kegiatan ini berlangsung hari Sabtu dan Minggu (11-12/5/2024).
Rombongan dari Yogyakarta yang dipimpin Ustadz Ismail, Pembina Takmir Masjid Baitul A’la, disambut segenap pengurus takmir Masjid Baitul Ihsan di wisma tamu. Dalam sambutannya, Ustadz Sutarno, Pembina Takmir Masjid Baitul Ihsan merasa bersyukur atas kunjungan ini. “Alhamdulillah, di tempat kami menjadi pilihan kunjungan dari para pengurus dari Yogyakarta,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, Ustadz Sutarno memaparkan secara detail seputar kegiatan masjid dan strategi pengelolaanya. Ditambahkan pula, seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang ingin memperdalam ilmu agama Islam. Hal ini terbukti dengan umat Islam di masjid yang dikelolaya selalu bertambah jumlahnya. “Dengan berjalannya waktu, semakin bertambah jumlah umat Islam yang ada di masjid ini,” imbuhnya.
Senada dengan hal di atas, Ustadz Ismail juga memaparkan secara detail seputar kegiatan dan pengelolaan masjid naungan Pimpinan Cabang (PC) LDII Kapanewon Banguntapan, Bantul, D I Yogyakarta. “Untuk mengurus warga yang semakin bertambah dan sebagai kaderisasi, banyak anak-anak muda yang dilibatkan untuk menjadi pengurus takmir masjid kami,” paparnya.
Ditambahkan pula, dengan makin bertambahnya jumlah umat Islam dengan kesibukan masing-masing, maka juga perlu selalu menghidupkan budaya silaturahmi. “Mekipun sesibuk apapun, budaya silaturahmi ini harus selalu dihidupkan. Karena pada hakikatnya, setiap umat Islam adalah saudara, maka dengan silaturahmi kepada saudara akan mempererat tali persaudaraan,” imbuhnya.

Selain tukar pengalaman pengelolaan masjid masing-masing, untuk menambah keakraban para pengurus, pada Minggu (12/5/2024) pagi diadakan pertandingan persahabatan futsal. Mengingat pertandingan ini hanya persahabatan, maka menang atau kalah bukan menjadi tujuan. Yang paling utama adalah masing-masing pengurus menjadi semakin tambah akrab.
Menutup kunjungan silaturahmi ini, Ustadz Ismail merasa sangat bersyukur atas sambutan hangat dari pengurus setempat. Sejak awal kedatangan, selama berada di tempat dan sampai waktunya pulang, sambutan luar biasa sangat dirasakan oleh pengurus Yogyakarta. Gupuh, lungguh, suguh yang menjadi acuan nenek moyang orang Jawa dalam menyambut tamu, benar-benar diterapkan. “Atas sambutan dan penghormatan selama kami di sini, kami sangat berterima kasih. Hanya Allah SWT yang bisa membalas kebaikan ini,” pungkas Ustadz Ismail.





